"Sebelum tertangkap ternyata sudah terkena diare. Makanya kita beri infus," kata dr Nanang saat ditemui di Kantor Kecamatan Taman kepada detiksurabaya.com, Kamis (16/2/2012).
Dokter Taman Safari Indonesia tersebut juga menjelaskan, pemberian infus itu agar penyakit diare yang dideritanya tidak semakin parah. Sebab, monyet ekor panjang tersebut selama ini sudah stres.
"Karena dehidrasi dan diare, serta terkena bius makanya kita berikan infus untuk menstabilkan tubuhnya kembali. Sebab, monyetnya stres karena dikejar banyak orang," tegasnya.
Jika tidak diberikan infus, Nanang menambahkan, maka dimungkinkan kera macaca fascicularis itu akan bisa berpotensi kelumpuhan hingga menyebabkan kematian. "Kita juga sudah suntikkan obat antibiotik," tambah dr Nanang.
Kera jenis macaca fascicularis tersebut nantinya akan dikembalikan ke habitatnya setelah kondisi kesehatannya pulih.
(gik/fat)











































