Patok Nol Kilometer Malang akan Dipercantik

Patok Nol Kilometer Malang akan Dipercantik

- detikNews
Rabu, 15 Feb 2012 02:17 WIB
Patok Nol Kilometer Malang akan Dipercantik
Malang - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal mempercantik patok 0 (nol) kilometer yang selama ini tidak terawat.

Nantinya diharapkan, patok yang lokasinya 'bersembunyi' di bawah jembatan penyeberangan di Jalan Merdeka Utara itu bisa menjadi pendidikan sejarah bagi anak-anak.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Pemkot Malang Ade Herawan mengatakan, patok itu merupakan simbol pusat kota, yang seharusnya diketahui warga Malang. Terutama anak-anak usia dini agar mereka tidak buta akan sejarah asal tempat kelahiran.

"Nanti kita gunakan sebagai edukasi bagi anak-anak. Mengajak mereka melihat langsung ke lokasi," ujar Ade saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Selasa (14/2/2012).

Namun, kata Ade, sebelum gagasan itu berjalan, perlu dilakukan re-design pada patok tersebut. Tujuannya untuk mempercantik penampilannya. "Rencana re-design sudah kita laksanakan tinggal pengerjaan saja," ungkap Ade.

Menurut Ade, lokasi patok yang berada di atas trotoar dan persis dibawah jembatan penyeberangan membuat konsep memperbaruhi patok tidak begitu maksimal. "Andaikan luas lahannya cukup, kita buat seperti taman," terang Ade.

Rencana mempercantik kondisi patok diharapkan bisa menjadi daya tarik masyarakat ketika melintas di depan penanda awal Kota Malang itu. "Harapan kami, dengan membangun patok itu bisa membuat masyarakat tahu lokasi itu sebagai pusat kota," ujar Ade.

Dari penelusuran detiksurabaya.com, di Malang terdapat dua patok Nol Kilometer. Selain yang di bawah jembatan penyeberangan di Jalan Merdeka Utara, satu lagi di ujung selatan jembatan Sungai Brantas di Jalan Embong Brantas, Kelurahan Jodipan, Kota Malang.

Belum ada yang mengetahui pasti mengapa terdapat dua patok penanda awal kilometer Kota Malang untuk jarak terhadap ke kota lain itu. Dari bentuknya, tidak ada yang berbeda jauh antara patok utara alun-alun dengan patok di jembatan brantas, hanya cat warna patok di jembatan brantas terlihat baru.

"Kenapa ada dua itu mungkin pertanyaan menarik, tapi untuk patok itu kewenangan PU Jatim," ujar Ade Herawan.

Lelaki berkaca mata ini juga tak mengetahui sejarah persis kedua patok itu didirikan, yang jelas dirinya lebih menyakini patok di utara alun-alun itu yang pertama. "Alun-alun menjadi pusat kota, pasti itu yang pertama dibuat. Kalau di jembatan brantas masih terlihat baru jika melihat catnya," sambung Ade.

Ade mengaku, dirinya sejak lama mencari titik nol simbol titik awal pembangunan atau pusat kota Malang berada. Bahkan, menganut kepercayaan masyarakat, dirinya menganggap Hutan Malabar di selatan Pasar Oro-Oro Dowo menjadi titik nolnya.

(gik/gik)
Berita Terkait