Kini sumur gas itu menjadi tontonan warga sekitar. Agar tidak membahayakan warga, anggota Polsek Tlanakan memberi garis polisi di sekitar sumur.
"Garis polisi sudah saya pasang sejak kemarin siang," kata Kapolsek Tlanakan, AKP Bambang Sugiharto, Selasa (14/2/2012).
Keterangan di lapangan menyebutkan, semburan gas belerang itu keluar setelah Busiri memperdalam sumur bor miliknya. Semula sumur bor itu hanya berkedalaman 2 lonjor pipa sepanjang 12 meter. Lantaran airnya agak keruh, Busiri lantas memperdalam sumur bor menjadi 6 lonjor pipa setara 36 meter.
"Begitu selesai proses ngebor dan mata pipa bor dicabut, ternyata yang keluar malah gas belerang yang muncrat setinggi 10 meter," kata Ahmad Zuhri, warga setempat, Selasa (14/2/2012).
Menurut Zuhri, ketinggian muncratnya cairan belerang bercampur gas itu perlahan menurun dan sekarang tersisa setinggi 2 meter. "Meski begitu, warga yang menonton dilarang keras merokok di area sumur itu," imbuhnya.
Kini, lokasi sumur bor bergas belerang itu menjadi tontonan warga. Ratusan warga datang tak hanya dari Desa Gugul saja. Warga kota Pamekasan dan Sampang ikut menyaksikan fenomena sumur gas belerang itu.
(fat/fat)










































