Bupati Nyatakan Sidoarjo Siaga Serangan Kera

Bupati Nyatakan Sidoarjo Siaga Serangan Kera

- detikNews
Selasa, 14 Feb 2012 10:43 WIB
Bupati Nyatakan Sidoarjo Siaga Serangan Kera
Sidoarjo - Desakan RS Siti Khodijah Sepanjang kepada Pemkab Sidoarjo tentang serangan kera sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), membuahkan hasil.

"Saya melihat para korbannya langsung berdasarkan dari data rumah sakit, ternyata memang banyak. Untuk itu saya nyatakan siaga atau KLB," Bupati Sidoarjo Saiful Ilah kepada wartawan usai menengok korban di RS Siti Khadijah, Taman, Senin (13/2/2012) malam.

Bupati menjelaskan, berlakunya KLB pertimbangannya cukup banyak dan melihat dari berbagai aspek yang ada. Karena, tidak harus menunggu ada korban yang meninggal akibat dari gigitan ataupun cakaran seekor binatang.

"Masa berlakunya KLB itu harus menunggu ada yang meninggal, inikan korbannya sudah banyak dan hampir mencapai 24 orang terkena gigitan dan cakaran kera. Makanya ini dianggap KLB, karena sudah meresahkan dan meneror banyak orang," tegasnya.

Menurut orang nomor satu di Sidoarjo, dirinya sejak kecil hidup di Sidoarjo dan baru sekarang ada orang digigit dan dicakar kera.

"Baru kali ini saya mendengar dan hal yang aneh karena seekor kera sampai mengigit dan mencakar orang yang begitu banyak," jelasnya sambil manggut-manggut.

Sementara Pemerintah Sidoarjo juga menyikapi pernyataan Wakil Direktur RS Siti Khadijah dr Muhammad Yusuf Wibisono, jika para korban gigitan dan cakaran seekor kera kebanyakan dari orang tidak mampu. Biaya perawatannya juga tidak kecil, dimungkinkan bisa minimal Rp 300 ribu hingga jutaan rupiah sekali masuk.

"Saya nyatakan biaya pengobatannya gratis untuk para korban yang kena gigitan dan cakaran seekor kera yang meresahkan warga saat ini," tandasnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sendiri berencana akan melakukan rapat guna membahas mengenai KLB gigitan dan cakaran seekor kera yang dianggap sudah meresahkan warga sidoarjo untuk saat ini.

"Kita akan mengumpulkan, dinas kesehatan, peternakan pertanian dan perkebunan, kepolisian. Serta minta bantuan dan ikut serta dari petugas BKSDA," pungkasnya.


(fat/fat)
Berita Terkait