"Anaknya tidak mau lepas dari gendongan Dody. Biasanya anak itu mau digendong siapa saja," kenang Slamet dengan berkaca-kaca kepada detiksurabaya.com, Kamis (9/2/2012).
Ketua RT yang rumahnya berhadapan dengan rumah Briptu Dody di Dusun Tegalsari Lor Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldelimo,Banyuwangi itu masih tidak percaya tetangganya yang sehari-hari dinas di Polsek KP3 Tanjung Wangi itu telah pergi untuk selamanya.
Selain dikenal humoris, Briptu Dody yang berasal dari Blitar itu bagi para tetangganya adalah sosok pria yang ramah dan santun. Bila lepas dinas, dia selalu menyempatkan waktu untuk bercengkrama dengan warga sekitar.
"Kalau berangkat dinas pasti pamit," kata Slamet.
Diantara warga lain, Slamet mengaku yang sangat terpukul dengan kematian Briptu Dody. Karena dirinya sangat akrab dengan polisi yang tak pernah memiliki musuh itu.
"Saya dengan dia ini seperti kakak dan adik," tambah Slamet yang terlihat usai menangis itu. Slamet juga menyayangkan sikap tetangganya tersebut yang tidak mau menyusahkan orang lain itu.
"Dia baik tapi sifatnya tertutup kalau ada masalah. Tidak mau cerita," tambah Slamet.
(gik/gik)











































