Saat itu tubuh gadis keterbelakangan mental sering mengalami sakit perut dan tubuhnya lemas. Kakak kandung RB, Rofiah curiga melihat kondisi perut adiknya membesar.
Melihat perut korban yang membesar, pihak keluarga langsung mencari tahu laki-laki bejat yang tega melakukan perbuatan asusila tersebut. Pihak keluarga sempat kesulitan menemukan pelaku karena korban bisu.
Namun dengan cara menunjuk satu per satu setiap pemuda yang lewat, terungkaplah 2 pelaku yang menyetubuhi korban. Keduanya adalah tetangga korban dari lain dusun. Bahkan masih tercatat sebagai pelajar SMA dan SMP.
"Tidak hanya Rb (korban) yang selalu menunjuk, AHC dan SPD setiap kali lewat depannya, tapi dua anak tersebut ditanyakan akhirnya mengaku," ungkap Rofiah kepada wartawan di Mapolres Sampang, Kamis (9/2/2012).
Meski bersedia menceritakan kejadian tersebut, Rofiah tidak memperbolehkan sejumlah wartawan mengambil gambar suasana di rumahnya.
"Mohon maaf pak saya tidak bisa memberikan izin mengambil gambar, sebab belum bisa memberitahu kedua orang tua kami, sebab bapak dan ibu masih dibawa polisi bersama RBY (korban)," jelasnya.
Sementara Kepala Dusun Pancor, Dahlan (50) mengaku baru mengetahui jika warganya hamil yang mengalami keterbelakangan mental tersebut Rabu (8/2/2012) malam.
"Tadi malam polisi membawa AH (tersangka). Baru saja polisi membawa korban dan kedua orangtuanya menggunakan mobil patrolinya," terang Dahlan.
Sementara Kapolsek Camplong AKP Lukas M. Efendi mengaku belum mendengar informasi tersebut karna belum menerima laporan.
"Mohon maaf, hingga saat ini kami belum menerima laporan pemerkosaan dari warga. Jika ada, kami pasti langsung menggiring kasus tersebut ke Unit Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Sampang," jelas Lukas.
Bahkan saat dikonfirmasi tentang kebenaran polsek sudah mengamankan salah satu tersangka AH dalam kasus tersebut, Lukas pun membantahnya.
"Belum ada tersangka mas anggota kami masih melakukan penyelidikan di lapangan, bukan mengamankan AH, akan tetapi warga yang meyerahkannya kepada polisi, karna AH dituduh melakukan pemerkosaan," dalih Lukas.
(fat/fat)










































