Abu Gunung Semeru Guyur Perkampungan Sejauh 9 Km

Abu Gunung Semeru Guyur Perkampungan Sejauh 9 Km

- detikNews
Selasa, 07 Feb 2012 17:41 WIB
Abu Gunung Semeru Guyur Perkampungan Sejauh 9 Km
Lumajang - Aktivitas Gunung Semeru terus menggeliat. Bahkan, gunung tertinggi di Pulau Jawa yang statusnya siaga ini menyemburkan abu hingga radius 9 Km dan menghujani perkampungan Besuk Sat Kecamatan Pasrujambe, Lumajang.

"Hujan abu ini terjadi karena hembusan angin ketika terjadi guguran atau hebusan awan panas yang melontarkan materiak vulkanik dari kawah Semeru. Material ini yang kemudian terhembus angin yang mengarah ke utara hingga menyebabkan hujan abu di wilayah Kecamatan Pasrujambe, khususnya di kawasan Besuk Sat," kata Rochani kepada detiksurabaya.com, Selasa (7/2/2012).

Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang ini menerangkan, dari laporan petugas vulkanologi di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru di Gunung Sawur Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro sejak pukul 24.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB, kawasan puncak teramati cerah dan dapat dipantau secara visual dengan suhu udara 22 derajat celcius.

Selain itu perkembangan vulkanik lainnya, tercatat telah terjadi hujan sebanyak 2kali, sejak semalaman. Hembusan awan panas terjadi 5 kali, guguran terjadi 5 kali juga dengan jarak 100 meter sampai 300 meter dari bibir kawah.

"Sedangkan untuk pengamatan kegempaan, dilaporkan juga terjadi gempa tektonik jauh 5 kali, gempa guguran 18 kali dengan amplitudo maksimal antara 7 mendatar sampai 32 milimeter dan gempa pusat terjadi sebanyak 74 kali," tuturnya.

Hujan abu tersebut, membuat warga sekitar Besuk Sat terkejut. Pasalnya, hujan abu dari gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu, adalah yang kedua kalinya setelah pada tahun 2009--saat itu status Gunung Semeru Siaga.

"Hujan abu dari Semeru cukup lama tidak terjadi Mas. Terakhir, pada Tahun 2009 lalu, ketika status Gunung Semeru juga dinaikkan menjadi Siaga. Tadi pagi, ternyata hujan abu mengguyur kembali," kata warga Besuk Sat, Sumarlan kepada detiksurabaya.com.

Ia mengatakan, meski sempat mengganggu aktivitas warga, mereka mengaku tenang dan menganggap hujan abu itu sebagai peristiwa biasa. Justru, warga merasa khawatir jika Gunung Semeru tiba-tiba tenang dan tidak ada tanda-tanda aktivitasnya seperti 'batuk'.

"Ya kalau Semeru tenang-tenang saja, kita yang malah khawatir mas. Orang Jawa bilang, kawahnya tidak sampai nyumpet. Sebab, material vulkaniknya keluar. Kalau tenang-tenang saja, itu yang malah bahaya. Masyarakat di sini (kawasan Kecamatan Pasrujambe, red), cukup peka dengan tanda-tanda alam itu mas," jelasnya.

(roi/fat)
Berita Terkait