"Sudah tertangkap sama anggota Sat Lantas di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo dini hari tadi sekitar pukul 03.00 WIB," kata AKP Ahrie Sonta saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (7/2/2012).
Kasat Lantas Polres Sidaorjo itu mengatakan bahwa usai mengalami kecelakaan, Larsito langsung kabur dengan alasan takut dikeroyok massa. Agar leluasa, Larsito melepas baju seragam PO Restu dan kabur dengan kaos oblong yang dikenakannya di balik seragam PO Restu.
Saat kabur, Larsito sempat pulang ke rumahnya yang ada di Pandaan, Pasuruan. Di rumahnya, Larsito hendak mengambil uang untuk kabur lebih jauh lagi. Dalam perjalanannya ke Bungurasi, Larsito tertangkap petugas yang terus mengikutinya.
Ahrie menegaskan bahwa pria asal Pandaan tersebut tertangkap, bukan menyerahkan diri. Saat ditangkap Larsito tidak melawan dan hanya pasrah. "Kalau menyerahkan diri ke kantor polisi. Ini kami menangkapnya di jalan," tambah Ahrie.
Ahrie mengatakan bahwa setelah diamankan, Larsito terlebih dahulu dibawa ke rumah sakit untuk mengobati luka yang dideritanya. Dikatakan Ahrie, Larsito menderita luka lecet di tangan dan kakinya bengkak. Saat ini Larsito sudah dibawa ke Polres Sidoarjo.
"Si sopir sedang dimintai keterangan," tandas Ahrie.
Sebelumnya, Bus Restu menyeruduk dump truk di Km 24.600 Tol Sidoarjo, Senin (6/2/2012). Akibatnya 3 penumpang tewas dan 20 lainnya mengalami luka patah tulang dan dirawat di RSUD Sidoarjo.
(iwd/fat)











































