Peristiwa ini terjadi saat para buruh tembakau ekspor sedang istirahat. Saat itu salah satu buruh memberikan jamu untuk diminum bersama-sama. Dari 46 buruh yang keracunan beberapa diantaranya hanya minum 4 sendok makan namun karena kondisi kesehatannya lemah, reaksi jamu justru membawanya ke rumah sakit.
"Baru sekarang saya minum jamu ini, padahal cuma sedikit kok tiba-tiba saya merasa pusing," sesal Buyah, salah seorang buruh yang kini menjalani pengobatan di kamar 23.
Senada juga diungkapkan Soleha dan Supiyah, buruh yang kini masih tergolek di ruang perawatan. Padahal sebelumnya, mereka sudah menolak, namun tiba-tiba saja ingin mencobanya.
"Tadinya saya tidak mau, kok saya lihat teman teman minum semua bahkan ada yang bilang enak, jadi saya ingin mencobanya juga," tambah Supiyah dan Soleha yang sama-sama menjalani pengobatan.
Pihak rumah sakit bersama Dinas Kesehatan Jember kini sedang meneliti
komposisi jamu yang dikonsumsi buruh dengan melakukan uji laboratorium
sisa jamu.
"Seluruhnya mengalami intoksinasi jamu herbal sehingga mereka pusing dan mual, kami meneliti kandungan apa saja yang ada di dalam jamu penyebab buruh ini mengalami keracunan," jelas dr Bayu Chandra kepada detiksurabaya.com, Senin (06/2/2012).
Dari 46 buruh, seluruhnya perempuan, namun hanya 10 buruh saja yang kini menjalani rawat inap karena kondisi kesehatannya masih lemah dan sedikit mengalami pusing.
"Sekian buruh yang yang dirujuk dari Puskesmas Ajung, hanya 10 buruh saja yang masih memerlukan pengobatan, mungkin 2 hari lagi kondisi mereka bisa kembali pulih," tambahnya.
(fat/fat)











































