Semeru Kembali Muntahkan Awan Panas

Semeru Kembali Muntahkan Awan Panas

- detikNews
Sabtu, 04 Feb 2012 16:21 WIB
Semeru Kembali Muntahkan Awan Panas
Lumajang - Dapur magma Gunung Semeru masih terus menggeliat. Bahkan, setelah dinaikkan statusnya dari waspada menjadi siaga, kini aktivitas guguran awan panas semakin sering terjadi selama 24 jam.

Hal ini berhasil diamati secara visual oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang. Sebanyak 3 kali guguran awan panas meluncur hingga mencapai 500 meter dari bibir kawah Jonggring Saloko.

Guguran awan panas yang juga akrab disebut Wedhus Gembel ini, sesuai dengan laporan petugas vulkanologi di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) di Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro kepada BPBD Kabupaten Lumajang.

"Guguran awan panas itu mengarak ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Besuk Kembar. Selain guguran awan panas, juga terjadi hembusan asap yang teramati terjadi 7 kali," kata Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Rochani kepada detiksurabaya.com, Sabtu (4/2/2012).

Dia mengungkapkan bahwa guguran awan panas itu teramati secara visual karena cuaca di puncak Semeru terang dengan suhu udara mencapai 22 derajat celcius. Lontaran sinar api atau lava pijar dari bibir kawah juga terpantau terjadi dengan ketinggian 50 meter.

"Kami juga telah mencatat terjadinya 84 kali gempa hembusan, 30 kali gempa guguran dan 2 kali gempa tektonik jauh," terangnya.

Hasil pemantuan secara visual dan seismik dari petugas vulkanologi di Pos PGA Semeru di Gunung Sawur Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro ini memang menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik semeru.

"Rekam data hasil pemantauan ini, akan terus dikaji guna menentukan status Semeru, apakah memang ada potensi naik aktivitasnya ataukah cenderung menurun. Saat ini, statusnya masih tetap Siaga level 3," tuturnya.

Yang menjadi fokus perhatian dari BPBD Kabupaten Lumajang, lanjut dia, adalah mensosialisasikan rekomendasi yang disampaikan pihak vulkanologi kepada masyarakat. Yakni masyarakat diimbau tidak beraktivitas di radius 4 kilometer di lereng tenggara yang merupakan bukaan kawah aktif jalur luncuran awan panas Semeru.

Rekomendasi lainnya, ketika terjadi letusan hembusan yang disertai lontaran batu pijar, maka aktivitas dengan radius 1 kilometer dari kawan Jonggring Saloko dilarang.

Tidak hanya itu saja, BPBD juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang bermukim di zona bahaya I yang diantaranya di Dusun Supit dan Rowobaung, serta yang bermukim di bantaran sungai Besuk Kembar, Besuk Bang dan Besuk Kobokan untuk terus mewaspadai ketika sewaktu-waktu terjadi erupsi.

Namun, BPBD Kabupaten Lumajang tetap mengimbau agar masyarakat tidak panik dengan kondisi ini. Sebab, peningkatan status Semeru dari waspada menjadi siaga bukanlah kali pertama ini terjadi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada 5 Mei 2009 lalu, peningkatan status menjadi Siaga juga pernah terjadi. Namun, setelah dilakukan kajian dari aktivitas vulkanik yang terjadi, akhirnya pihak vulkanologi menurunkan kembali status Semeru menjadi Waspada pada 16 Juli 2009.

Dari pantauan detiksurabaya.com, peningkatan status vulkanik Semeru ini tidak begitu dihiraukan warga. Bahkan, masyarakat yang bermukim di kaki Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3676 meter diatas permukaan laut (mdpl) ini, tetap tenang-tenang saja. Ada beberapa warga yang tidak mengetahui peningkatan status tersebut.

(nrm/fat)
Berita Terkait