"Iya kami telah menangkap satu pelaku terkait pembunuhan Adrian J Pereira terjadi 7 Nopember 2011 lalu," kata Kapolres Malang Kota AKBP Teddi Minahasa Putra dalam pesan singkatnya kepada detiksurabaya.com, Kamis (2/2/2012) sore.
Teddi mengaku, penangkapan di wilayah Malang ini dilakukan 2 hari lalu. Demi alasan penyidikan, pihaknya terlalu dini untuk mengumbar kepada publik.
"Masih kita periksa intensif, kita tangkap dua hari lalu di Malang," aku Teddi.
Dalam pemeriksaan itu, lanjut Teddi, bertujuan membongkar motif dari aksi keji pelaku tega menghabisi korban di depan rumah kontrakannya Jalan Kembang Kertas Dalam Kav 21 RT04/RW09 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang pukul 19.30 WIB, Senin (7/11/2011) silam.
"Kita juga coba ungkap motif dari aksi keji pelaku," sambung Teddi.
Selain itu, penyidikan ini bertujuan mengungkap adanya pelaku lain, yang diduga kuat sejak awal pembunuh mahasiswa semester V itu mengendarai roda dua.
"Pihak-pihak lain yang diduga terlibat masih kita kembangkan," tegasnya.
Ditanya pelaku merupakan residivis tindak kejahatan, Teddi enggan memberikan penjelasan. Dia berdalih keterangan berlebih akan menjadi pengganjal proses penyelidikan.
"Maaf hanya itu informasi yang bisa kami berikan," ucap Teddi singkat.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Brawijaya Malang asal Selangor, Malaysia, ditemukan tewas dengan luka di leher nyaris putus. Korban bernama Adrian Jay Pereira (22) diduga menjadi korban pembunuhan.
Mayat mahasiswa Fakultas Kedokteran semester V dengan luka bacok di bagian leher dan punggung tergolek kaku depan rumah kontrakannya Jalan Kembang Kertas Dalam Kav 21 RT04/RW09 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang pukul 19.30 WIB, Senin (7/11/2011).
(fat/fat)











































