Selain Gubernur Soekarwo, juga terlihat Wakil Gubernur Saifullah Yusuf aliuas Gus Ipul, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, serta politisi lokal lainnya.
Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subiyanto maupun Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang sedianya bakal hadir, ternyata batal.
Sejak pukul 07.30 WIB, puluhan ribu warga Pasuruan dan dari daerah lain di Jawa Timur sudah berbondong-bondong ke lokasi acara. Menyemutnya warga tersebut juga terasa hingga di Alun-alun dan pendopo kabupaten.
Bahkan pantauan di lokasi, tak sedikit warga yang menginap dengan beralaskan tikar. Bahkan, teras pertokoan di sekitar lokasi pun dimanfaatkan untuk tempat istirahat.
Guna meminimalisasi membanjirnya warga atau jamaah yang berusaha mendekat ke lokasi ponpes, panitia juga memasang pengeras suara di berbagai titik agar semua pengagum almarhum KH Abd Hamid bisa mendengarkan tausyah dan pengajian bersama.
"Warga tetap bisa mengikuti jalannya acara dari luar lokasi ponpes," kata seorang panitia yang mengaku bernama Thoyib.
Gus Ipul saat ditemui wartawan mengatakan, momen Haul ini dapat menjadi ajang silaturahmi antar ulama dan santri muslim di Jatim. "Pakde Karwo sering perintahkan saya untuk datangi berbagai Haul, karena ini momen penting untuk menjalin silaturahmi," katanya.
Sementara Mahfud MD menuturkan, selain sebagai ajang silaturahmi, dengan adanya Haul tersebut, ulama dan masyarakat dapat mengenang kembali kebesaran ulama sebelumnya.
Menurutnya, seperti kata Bung Karno, Jas Merah atau jangan sekali-kali melupakan sejarah. "Setiap tokoh ulama memiliki banyak kelebihan masing-masing dan dengan mengulang kisah ulama itu, maka dapat kita ambil hikmahnya agar kita bisa lebih baik dalam jalani hidup," tutur pria kelahiran Sampang dan dibesarkan di Pamekasan.
(gik/gik)










































