Oknum Mantri Kesehatan Diduga Lecehkan Perawan Desa

Oknum Mantri Kesehatan Diduga Lecehkan Perawan Desa

- detikNews
Kamis, 02 Feb 2012 12:41 WIB
Sampang - Pelecehan seksual menimpa seorang perawan desa di Sampang, Madura. Is (16), santri Pesantren Darul Ulum diduga menjadi korban pelecehan seorang mantri kesehatan saat berobat Pos Kesehatan Dusun Sogian.

Dengan diantar Kades Astapah Salim dan Zuhdi kakak sepupunya, korban Is, Kamis (2/2/2012) melapor ke SPK Polres Sampang. Setelah itu, korban diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

"Saya menugaskan anggota untuk mengantar korban melakukan visum ke rumah sakit. Kasusnya sendiri masih didalami," jelas Kabagops Polres Sampang Kompol Danuri, Kamis (2/2/2012).

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, gadis berjilbab itu dilecehkan oknum mantri kesehatan berinisial Sus di ruang praktiknya Poskesdes Sogian. Pelecehan seksual diduga keras dilakukan saat korban tak sadar.

"Sepertinya adik saya dibius lalu tubuhnya diraba-raba oknum mantri kesehatan itu. Sebab, ketika terbangun, adik saya mendapati seluruh baju dalamnya acak-acakan," papar Zuhdi, disela mengantar korban melapor ke polisi.

Sebelum dilecehkan, kata Zuhdi, korban yang diantar ibunya ke
Poskesdes Sogian hanya diperiksa sebentar. Setelah itu, oknum mantri kesehatan desa itu meminta korban kembali lagi keesokan harinya.

"Saat periksa kembali itu, korban diantar adiknya. Tidak seperti
pemeriksaan pertama, pemeriksaan medis yang kedua kalinya itu berjalan cukup lama. Adik saya mengatakan jika dirinya sempat tidak sadar. Mungkin karena dibius," papar Zuhdi.

Seusai diperiksa itulah, korban sangat kaget karena baju dalamnya
sudah acak-acakan seperti ada yang membuka paksa. Karena curiga telah dicabuli oknum mantri kesehatan, korban lalu mengadukan ke
keluarganya.

"Setelah mendapat aduan itu, saya mengajak Pak Kades untuk mengantar korban melapor ke polisi," ujar Zuhdi yang tampak didampingi Salim, Kades Astapah.

Saat ini, korban masih menjalani visum di RSD Sampang. "Tentu saja penyidik akan memanggil sang mantri kesehatan untuk diambil
keterangannya," pungkas Kompol Danuri.


(bdh/bdh)
Berita Terkait