Menurut JK, alasan Gubernur yang menyebutkan jika serbuan sayur impor nantinya dapat mematikan petani di Jatim dianggap tepat, mengingat jumlah petani hortikultura di Jatim sangat besar.
Dukungan tersebut disampaikan JK usai menjadi pembicara dalam seminar nasional 'Pesantren dan Gerakan Deradikalisasi di Indonesia' di Ponpes Bayt al-Hikmah, Kota Pasuruan, Rabu (1/2/2012).
"Mestinya kita mampu. Bibit di Kediri kan bagus, bukan masalah menolak atau tidak. Karena mestinya kita tingkatkan (potensi pertanian) dalam negeri dulu, gampang itu," kata JK.
Sebaliknya, JK menyayangkan kebijakan Menteri Pertanian yang membuka kran impor hortikultura yang bisa berpotensi mengancam produk lokal. Sebab, menurutnya potensi pertanian lokal sebenarnya tidak kalah jika dibandingkan dengan produk impor.
"Pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan tersebut dan serius melakukan pengembangan berbagai potensi pertanian Indonesia," tegas mantan Ketua Umum Golkar ini yang belum bersedia mengomentari pencalonan presiden 2014 itu.
(gik/gik)











































