"Sinar api ini teramati tadi malam, karena cuacanya cerah di puncak semeru. Dan, ketinggian sinar api ini mencapai 15 meter, sesuai laporan dari Suparno, Kepala Vulkanologi di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) di Gunung Sawur," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Rochani saat dikonfirmasi detiksurabaya.com, Selasa (31/1/2012).
Selain sinar api, kata dia, Semeru juga kembali memuntahkan guguran lava pijar yang sering terjadi.
"Interval jarak luncur guguran lava pijar berupa material vulkanik panas ini, mencapai 50 meter ampai 150 meter dari bibir kawah Jonggring Saloko," paparnya.
Tak hanya itu saja, sampai saat ini hembusan asap juga masih terus berlangsung secara intensif. "Petugas vulkanologi tetap menyampaikan jika kondisi aktivitas vulkanik Semeru tercatat masih dalam level waspada," urainya.
"Kami terus mengimbau agar masyarakat yang bermukim di kaki Semeru untuk tetap meningkatkan kewaspadaannya. Terutama, bagi mereka yang bermukim dan beraktivitas di dekat Daerah Aliran Sungai Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Kobokan untuk terus mewaspadai potensi bencana ini," bebernya.
Sebab, endapan material vulkanik lepas yang berada di bibir kawah hasil letusan sebelumnya, termasuk potensi bencana yang diakibatkan adanya endapan lava pijar atau api diam terus mengancam.
"Besaran endapan material vulkanik di bibir kawah ini mencapai jutaan metrik ton. Meski, dari pengamatan pihak vulkanologi tidak teramati adanya pertumbuhan kubah lava yang baru," tegasnya.
Dari laporan vulkanologi di Pos PGA Gunung Sawur Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, terjadi letusan sebanyak 83 kali, guguran sekali dan tremorharmonik sebanyak 2 kali, dalam 24 jam.
"Suhu 21 derajat celcius sampai 24 derajat celcius. Selain itu, angin terus bertiup kencang dari arah barat ke timur. Hembusan asap/abu teramati sering terjadi dengan warna putih coklat tipis dengan ketinggian 100 meter sampai 400 meter," tandasnya.
(fat/fat)











































