Pasalnya, tanggul Sungai Bengawan solo yang berada di Kecamatan Laren, longsor sepanjang kurang lebih 10 meter dan nyaris mencapai rumah warga. Di Kecamatan Laren, ada 5 rumah warga rusak berat.
5 Rumah rusak berat diantaranya di Desa Laren, Desa Gedangan dan Desa Pangkatrejo, Kecamatan Laren. Seperti yang terjadi di Desa Laren.
Kepala Desa Laren, Syaiful mengatakan, 2 rumah yang rusak akibat terkena longsor adalah rumah milik Abu dan Yatiman. Longsor ini menyebabkan hampir separuh rumah rusak ikut longsor.
Syaiful mengatakan, peristiwa longsor ini terjadi saat hujan deras disertai angin kencang. Saat itu, posisi rumah langsung bergeser dan separuh rumah langsung runtuh dan longsor sedalam 7 meter.
"Setelah itu hanyut ikut arus sungai Bengawan Solo," kata Syaiful kepada wartawan di lokasi, Selasa (31/1/2012).
Sementara puluhan rumah yang bertetangga dengan 2 rumah yang hanyut harus hidup dalam perasaan was-was. Pasalnya jarak rumah dengan tanggul longsor hanya sekitar 1 meter saja.
"Sedangkan 2 rumah yang sudah rusak warganya untuk sementara tinggal di sanak keluarganya," katanya.
Kini warga yang tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo hanya melaporkan kejadian yang menimpanya ke pemerintah daerah setempat. Warga berharap agar pemerintah segera turun tangan mengatasi longsor ini.
Warga juga berharap agar pemerintah bersedia mengulurkan tangan membantu warga yang rumahnya rusak akibat longsor tersebut.
(fat/fat)










































