detikNews
Selasa 31 Januari 2012, 09:34 WIB

Limbah Kawat Dimanfaatkan Warga di Kediri Jadi Gantungan Baju

- detikNews
Limbah Kawat Dimanfaatkan Warga di Kediri Jadi Gantungan Baju
Kediri - Sedikit kreatif tidak hanya menjadikan sesuatu yang tidak berguna, melainkan bisa menjadi barang bermanfaat. Bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan.

Seperti halnya dilakukan warga Desa Ngebrak Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri. Mereka memanfaatkan limbah kawat untuk gantungan baju. Bahkan kreativitas ini bisa menyerap tenaga kerja yang lumayan banyak.

Sehingga hampir di setiap rumah memproduksi hanger dari kawat limbah pabrik. Gulungan-gulungan kawat bekas ini bisa dibuat gantungan baju yang bisa menambah penghasil.
Para pengrajin gantungan baju dari kawat limbah ini mulai dirintis oleh warga sejak tahun 1996. Saat itu di desanya ada pendirian pabrik kertas Surya Zig ZAg.

Sebagai bentuk kompensasi, pabrik memprioritaskan untuk menjual limbah kawat kepada warga sekitar yang bisa dimanfaatkan untuk gantungan baju. Sejak itulah warga sekitar pabrik menjadi pengrajin gantungan.

\\\"Kami memanfaatkan kawat limbah pabrik, awalnya sebagai kompensasi dari pendirian pabrik kertas di desa kami, dengan harapan pemanfaatan limbah kawat bisa menciptakan peluang pekerjaan yang bisa memperbaiki ekonomi warga,\\\" ungkap Khoirul, salah satu pengrajin hanger kepada detiksurabaya.com<\/strong>, Selasa (31\/1\/2012).

Di samping pengrajin, bisnis perdagangan juga berkembang pesat melalui para pengepul dan penjual. Dari hitungan kasar tidak kurang dari 500 warga terlibat dalam industri kerajinan kawat bekas.

Menurut pengakuan karyawan, dalam setiap hari bisa memperoleh penghasilan minimal Rp 30 ribu.

\\\"Ya lumayan mas hasilnya, untuk kebutuhan rumah tangga. Awalnya mau cari kerja lain ya sulit, tapi sekarang lumayan bisa kerja di sini,\\\" kata Siti, salah satu karyawan Khoirul.

Sementara pasokan bahan kawat bekas diperoleh dari pabrik kertas PT Surya Zig Zag dan PT Surya Pamenang kediri, Tjiwi Kimia Mojokerto dan Indah Kiat Tangerang Banten.

Untuk bahan baku dari luar kota didatangkan oleh pengepul, sedangkan yang dari pabrik di kediri diambil langsung oleh pengrajin. Rata-rata pengrajin mampu menghabiskan 1,5 kwintal kawat bekas berbagai ukuran per hari.

Kawat-kawat itu dijadikan berbagai produk baru yang lebih bermanfaat. Seperti gantungan baju, jemuran putar sampai kawat ram untuk tulang pengecoran bangunan.




(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com