"Saat ini sesuai data yang tercatat sudah ada 466 orang dari total 750 warga desa Ring 1, yang bekerja di proyek pembangunan kontruksi kami. Jadi tidak benar kalau kami tidak memberi prioritas kepada warga sekitar," tegas Humas PT Holcim Indonesia Tbk di Tuban, Indriani Siswati, saat dikonfirmasi detikSurabaya, Senin (30/1/2012).
Ditambahkan, sebanyak 466 dari 750 orang tersebut berasal dari Desa Mliwang dan Kedungrejo, keduanya wilayah Kecamatan Kerek, Desa Merkawang, Sawir dan Glondonggede, ketiganya di Kecamatan Tambakboyo dan Desa Karangasem, Kecamatan Jenu. Jumlah tersebut yang tercatat di manajemen, namun bisa lebih banyak lagi karena ada juga pekerja insindental yang butuh tenaga kerja lokal.
Menurut Indri, demikian ia akrab disapa, manajemen Holcim di seluruh dunia telah membuat komitmen untuk memberdayakan masyarakat sekitar dan lingkungan. Sehingga ada misinformasi jika dikatakan pihaknya tidak peduli terhadap warga.
"Memang secara teknis rekrutmen pekerja di proyek telah diberikan kepada para kontraktor yang menjadi rekanan kami. Tapi, kami tetap memberi penekanan kepada kontraktor agar tetap memprioritaskan warga desa Ring I. Ini sudah jadi komitmen kami," tambah Indri.
Dia ungkapkan pula, masalah demo warga dari 6 desa tersebut lebih pada miskomunikasi. Pihak Holcim di Tuban tetap akan mencarikan solusi agar masalah tersebut, bisa diselesaikan dengan baik.
(gik/gik)










































