Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, ada 60 rumah milik warga yang terendam banjir sampai ketinggian 1 meter. Selain rumah warga, banjir juga merendam lahan pertanian berhektar-hektar.
"Banjir ini terjadi di 5 RT. Yakni di RT 1 hingga RT 4 di RW-12, Dusun Banter Desa/Kecamatan Rowokangkung. Genangan air mulai membanjiri rumah warga sejak dinihari sampai siang ini belum surut," kata Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Rochani saat dikonfirmasi detiksurabaya.com, Senin (30/1/2012).
Banjir itu juga dipicu aliran Sungai Kalibanter yang membelah dusun setempat, yang merupakan pecahan dari Sungai Bondoyudo meluap. Luapan air sungai itu meluber ke perkampungan dan merusak pintu klep saluran air dan juga menjebol plengsengan sungai.
"Rumah warga pada puncak banjir terendam sekitar 1 meter lebih, dinihari sampai pagi tadi. Namun, siang ini air sedikit demi sedikit mulai surut sampai lutut orang dewasa. Kita memantau, kondisi cuaca juga terus mendung dan berpotensi hujan yang akan mengakibatkan potensi banjir susulan kembali," jelasnya.
Sementara saat banjir, warga mengungsikan barang-barang berharga dan keluarganya ke tempat yang lebih tinggi. Apalagi kondisi cuaca masih mendung yang membuat resah warga.
Informasi yang dihimpun, banjir juga terjadi di kawasan Kaligede, wilayah Kecamatan Tempursari. Luapan air dari sungai di sisi jalan, sempat menenggelamkan jalan penghubung antara wilayah Kecamatan Pasirian menuju ke Kecamatan Tempursari.
(fat/fat)











































