Diduga Dukun Ilmu Hitam, Rumah Seorang Warga Banyuwangi Diserang Massa

Diduga Dukun Ilmu Hitam, Rumah Seorang Warga Banyuwangi Diserang Massa

- detikNews
Sabtu, 28 Jan 2012 13:22 WIB
Banyuwangi - Ratusan orang menyerbu kediaman Mukimin, warga Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Aksi anarkis ini terjadi karena warga mencurigai pemilik rumah seorang dukun ilmu hitam.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (27/1/2012) malam. Sejumlah saksi mata mengatakan, massa menyerang dengan beringas. Dengan menggunakan batu dan pentungan kayu, massa yang datang langsung mengamuk.

Warga merusak apapun yang ada, seperti kaca jendala, pot bunga, bahkan perabot rumah. Beruntung Mukimin dan istrinya Samirah tidak ikut celaka. Keduanya bersembunyi di dalam rumah saat massa mengamuk.

"Warga mengamuk, polisi yang datang tak bisa berbuat banyak," kata pria yang mengaku bernama Budi, pada detikSurabaya, di lokasi, Sabtu (28/1/2012).

Massa baru berhenti dan meninggalkan lokasi saat hujan turun bercampur angin. Disaat itulah polisi baru dapat mengamankan penghuni rumah untuk dievakuasi. Sejurus kemudian puluhan polisi lainnya datang.

Sebenarnya aksi serupa nyaris pernah terjadi sebelumnya. Namun gagal setelah berhasil diredam. Sayangnya saat itu tidak dibarengi dengan musyawarah untuk mencari solusinya.

Sehingga terjadilah aksi massa jilid dua malam tadi. Aksi massa itu diduga terjadi karena Mukimin diduga sebagai orang yang bertanggung jawab atas kematian misterius sejumlah warga setempat.

"Banyak warga sini yang sakit aneh, dan mati dalam kondisi perut buncit badannya bengkak semua. Anehnya saat diperiksa dokter tidak terdiagnosis penyakitnya," ungkap warga lainnya.

Yang membuat semakin curiga dan marah, semua warga yang sakit selalu menyebut nama Mukimin. Hingga saat ini ada beberapa warga yang sakit aneh tersebut.

"Banyak juga yang sakit terus meninggal dunia enam bulan selanjutnya," tambahnya.

Dari pantauan detikSurabaya, di lokasi masih nampak bekas amuk massa. Batu batu berukuran besar nampak berhamburan di depan dan teras samping rumah Mukimun.

Pecahan kaca juga berhamburan ditempat yang sama. Perabot didalam rumah juga terlihat berantakan. Meski begitu tidak ada garis polisi yang dipasang. Sehingga siapapun bisa mendekati rumah itu.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini