Dari pantauan detiksurabaya.com, sekitar pukul 16.45 WIB puting beliung terjadi sekitar 2 menit itu sempat membuat pasien berjumlah 6 orang kalang kabut. Sebagian pasien bisa menyelamatkan diri dan ada yang terkena reruntuhan.
Salah satu keluarga pasien, Marwati (64) asal Kelurahan Ardirejo Kecamatan Panji, korban reruntuhan mengaku saat itu wanita yang sudah 5 hari dirawat tidak bisa menyelamatkan diri karena selain diinfus, juga menderita lambung.
"Plafon-plafon itu berjatuhan di kepala ibu saya. Bahkan saya sempat melindungi kepalanya saya agar tidak terkena pecahan plafon, tapi tetap tidak bisa," kata anak korban, Sri Rahmatillah (37) di ruang Nusa Indah usai mendapat kamar baru kepada detiksurabaya.com, Rabu (25/1/2012).
Hal senada diungkapkan oleh keluarga pasien lain. Mereka menagku kesulitan masuk ke ruang rawat inap lantaran pintu seperti ditahan angin.
Sementara pasien-pasien yang terkena reruntuhan tidak ada yang mengalami luka parah. Namun untuk sementara mereka dipindahkan ke ruangan yang lebih aman. Selain meruntuhkan atap dan genting, area parkir RS berantakan dan beberapa sepeda motor jatuh.
Direktur RSU Dr Abdoer Rahem Situbondo Dr Toni Wahyudi membenarkan kejadian itu. Ada dua ruangan terkena puting beliung yang berisi 16 bed dan pasiennya diungsikan ke tempat lain.
"Ada dua ruangan terkena puting beliung. Yang paling parah di Nusa Indah. Tidak ada pasien yang mengalami luka parah. Hanya ada beberapa tertimpa tapi tidak menderita luka serius," jelas direktur kepada wartawan.
Hingga pukul 17.30 WIB petugas masih melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman. Hujan pun sudah reda dan petugas cleaning service.
(fat/fat)











































