Rumah dan balita yang tertimpa pohon yakni milik Dewi Purwatiningsih (26) warga Lingkungan Santren Kelurahan Tanggung Kecamatan Kepanjen Kidul. Beruntung balita bernama Denis Viananta Nauval (4,5) ini mengalami luka parah di bibir dan kaki kanannya.
Diduga, balita ini tertimpa reruntuhan genting serta buah kelapa, saat menonton tv di dalam rumah. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Dewi Purwatiningsih menjelaskan, peristiwa ini bermula saat dirinya bekerja di belakang rumah. Pengrajin gendang jimbe ini, membiarkan anak pertamanya menonton tv, saat hujan deras dan anggin kencang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.
Dirinya langsung berlari, begitu terdengar suara gemuruh dan tangisan anaknya.
"Waktu saya lihat, anak saya menangis keras, sementara bibirnya berdarah sambil memegang kaki kananya," jelas Dewi kepada detiksurabaya.com di lokasi kejadian.
Ia menambahkan, hampir sebagian besar genting rusak, sementara atap dapur seluruhnya rusak semua.
"Saya kemudian berlari sambil menggendong Nauval, ke rumah ibu saya," imbuh dewi di rumah ibunya yang berjarak sekitar 10 meter
Dari pantauan detiksurabaya.com di lapangan, pohon kelapa berdiameter sekitar 25 cm roboh akibat bagian pangkalnya lapuk. Menurut warga sekitar, kencangnya tiupan angin membuat pohon kelapa berusia puluhan tahun ini, tak kuasa menahan beban hingga akhirnya roboh.
Pasca kejadian ini, warga pun bergotong royong untuk membersihkan puing-puing reruntuhan rumah milik Dewi. Warga juga memotong sejumlah pohon dengan ketinggian di atas 10 meter di sekitar lokasi untuk menghindari kejadian serupa terulang.
"Ya untuk berjaga-jaga mas, supaya tidak terjadi pohon tumbang lagi di daerah kami," pungkas Abu Bakar, warga sekitar yang turut membantu memotong pohon.
Hingga senin petang, warga sekitar masih berusaha mengevakuasi barang-barang milik korban, untuk dipindahkan ke rumah orang tuanya sementara waktu.
(fat/fat)











































