Kepala Dinas DKP Banyuwangi Aniaya Juru Parkir

Kepala Dinas DKP Banyuwangi Aniaya Juru Parkir

- detikNews
Minggu, 22 Jan 2012 17:41 WIB
Banyuwangi - M. Hakim (19), juru parkir (jukir) di Taman Sritanjung, Banyuwangi mengaku menjadi korban penganiayaan AS, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi. Penganiayaan berlangsung saat korban sedang bertugas.

Kejadian ini terjadi pada Rabu (18/01/2012) lalu. Dan menjadi buah bibir di tengah masyarakat beberapa hari kemudian. Bahkan kasus ini sempat dibawa ke Mapolsek Banyuwangi Kota, Banyuwangi.

"Iya ada, tapi itu pengaduan," jelas Kanitreskrim Polsek Banyuwangi Kota, Iptu Basori, saat dikonfirmasi detikSurabaya, Minggu (22/1/2012).

Basori menjelaskan, Sabtu (21/01/2012) kemarin, kedua belah pihak dipanggil di Mapolsek Banyuwangi Kota. Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk menempuh jalur kekeluargaan.

"Mereka sepakat damai, pelaku meminta maaf dan korban memaafkan. Korban juga diberi uang pengobatan," lanjut Basori.

Informasi menyebutkan, kejadian penganiyaan itu berlangsung ketika sang jukir yang masih remaja itu mengemban tugas. Saat itu, AS terlihat datang ke Taman Srirtanjung dengan menggunakan mobilnya.

Sebagai jukir, korban berupaya melayani kedatangan AS meski dia tidak mengenalnya. Korban memberikan aba-aba agar mobil diparkir ditempat yang sudah disediakan.

Karena mobil kurang mundur, sang jukir memberikan arahan pada AS yang sudah turun dari mobil. Ternyata, hal itu justru membuat mantan Humas Pemkab Banyuwangi, itu tersinggung karena merasa diatur oleh sang jukir.

Bahkan AS, sempat berlagak dan berucap bila dia penguasa Taman Sritanjung. Mungkin itu dilakukan karena AS merasa sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Banyuwangi.

Bak seorang preman, sejurus kemudian leher sang jukir dicekik sembari berkata penuh emosi. Kabarnya, sang jukir naas itu sempat ditempeleng dan berupaya menyelamatkan diri sebelum akhirnya dilerai warga.

Dari kejadian itu korban mengalami luka lebam dilehernya. Kejadian ini dapat menjadi preseden buruk bagi Pemkab Banyuwangi. Karena sebagai pejabat publik tidak sepatutnya berlaku demikian.

Saat detikSurabaya mencoba mengkonfirmasi AS, nomor telepon seluler yang bersangkutan tidak aktif.

(bdh/bdh)
Berita Terkait