"Kami minta walikota pertahankan Arema di Malang, jangan home base dipindah ke Semarang," teriak aremania dalam orasinya.
Arema menuding Ancora sebagai penyandang dana telah mengakibatkan permasalahan baru, bukan membuat Arema bisa eksis di Malang. "Hilangkan Ancora dari Malang," ucap pendemo. Ancora sendiri merupakan satu dari pihak ketiga yang selama ini mengucurkan dana belasan miliar untuk Arema IPL. Gonjang-ganjing didalam manajemen menyebabkan tim itu terpecah menjadi dua.
Massa aksi meminta Peni Suparto sebagai Walikota Malang peduli dengan tuntutan mereka, demi menyelematkan klub berlogo Singo Edan itu agar tetap milik warga Malang. "Kami minta Pak Peni mendengarkan aspirasi ini," ujar Marhens salah satu Aremania dalam orasinya.
Menurut Agus Bintoro wakil pendemo, mengatakan, Arema IPL harus dipegang Walikota Malang Peni Suparto yang sudah berkomitmen memberikan Stadion Gajayana sebagai kandang klub.
"Arema IPL harus dipegang Pak Peni, sebagai kepala daerah yang bisa mengayomi warganya," tegas Bintoro disela aksi.
Sayangnya, aksi aremania ini tidak ditemui Walikota Malang Peni Suparto. Karena orang nomor satu di Kota Malang tak berada di tempat, pendemo mengarahkan aksinya ke DPRD Kota Malang yang berada bersebelahan dengan Balai Kota Malang.
"Pak Peni tidak ada, kita ke dewan saja," teriak pendemo seraya mengalihkan aksinya.
Gerakan aksi ini diduga kuat terpicu oleh pernyataan Walikota Malang Peni Suparto yang mengancam untuk men-take over Arema, karena masalah manajemen yang terus menggerogoti dan melarang Arema IPL berlaga di Stadion Gajayana.
Pertemuan antara perwakilan Aremania dengan wakil rakyat kini tengah berlangsung. Sejumlah aparat keamanan bersiaga untuk mengamankan jalannya aksi.
(bdh/bdh)











































