Ditinggal Ortu Kerja, Balita Tewas Mengambang di Tambak

Ditinggal Ortu Kerja, Balita Tewas Mengambang di Tambak

- detikNews
Kamis, 19 Jan 2012 15:15 WIB
Situbondo - Malang benar nasib Siti Fatimatus Zahra. Bayi berusia 21 bulan itu ditemukan tewas mengambang di tambak ikan dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, Kamis (19/1/2012) siang.

Saat kejadian kedua orang tuanya yakni pasangan Jumadi (32) – Indahwati (30) sedang bekerja di pantai, tak jauh dari lokasi tambak. Pasutri itu membiarkan sang anak bermain sendirian di sekitar tambak. Saat bermain itulah Fatimah –panggilan si balita- diduga tercebur hingga tewas.

"Dia (Fatimah, red) memang biasa ikut bapak ibunya kerja di tepi laut. Pertama kali yang menemukan anaknya mengambang di tambak itu warga yang lewat. Saat itu bapak dan ibunya masih kerja," kata Kepala Desa Tanjung Pecinan Mathan kepada detikSurabaya.

Kematian mendadak sang balita membuat kedua orang tuanya langsung shock. Mereka terus menangis saat jenazah Fatimah dievakuasi ke rumahnya. Bahkan, ibunya Indahwati tampak histeris saat mayat bayinya mulai ditutupi kain.

"Aduh jhek dina engkok, nak. Ma mangghe bekna adina emak (Aduh jangan tinggalkan ibu, nak. Kok tega kamu meninggalkan ibu)," teriak Indahwati di samping jenazah anaknya.

Keterangan yang diperoleh, kematian Fatimah berawal saat dia ikut ibu dan bapaknya pergi ke tepi laut, dekat TPI Desa Tanjung Pecinan Kecamatan Mangaran Situbondo. Setibanya di lokasi, sang ibu langsung bekerja menjemur ikan di tepi pantai. Tak jauh dari situ, bapaknya juga bekerja membuat perahu.

Mereka membiarkan Fatimah bermain sendirian. Sehingga kedua orang tuanya tidak tahu saat anaknya bermain ke tambak ikan, lalu tercebur ke dasar tambak yang kedalamannya sekitar 1.5 meter hingga tak bernyawa.

"Menurut keterangan warga di lokasi kejadian, sebelum ditemukan meninggal korban memang bermain sendiri di dekat tambak. Sedangkan orang tuanya bekerja di tepi laut," tukas Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Sunarto di lokasi kejadian.


(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini