Salah seorang pengepul, Sukamto (50) mengatakan, naiknya harga kepiting kualitas ekspor disebabkan banyaknya pesanan menjelang perayaan Imlek.
"Minggu-minggu ini puncaknya, naik hingga 70%. Nanti setelah Imlek turun lagi harganya," kata Sukamto saat berbincang dengan detiksurabaya.com di rumahnya Dusun Pedelegan Desa Raci, Bangil, Pasuruan, Kamis (19/1/2012).
Jika hari biasa harga kepiting telor (betina) cuma Rp 200.000/kg, menjelang Imlek harganya mencapai Rp 260.000/kg. Demikian juga kepiting jantan yang sebelumnya Rp 100,000/kg sekarang menjadi Rp 110.000/kg.
"Ya paling mahal memang yang kepiting betina," jelas Sukamto.
Menurut Sukamto, kepiting yang dia kumpulkan akan disetor ke eksportir di Surabaya. Kepting-kepiting tersebut nantinya akan di ekspor ke Hongkong.
Sehari, Sukamto bisa mengumpulkan 1-1,5 kwintal kepiting dari para penyetor. Dengan jumlah sebanyak itu, Sukamto bisa mendapatkan laba bersih sebesar Rp 1,5 juta per minggu.
Berkah Imlek tidak hanya dirasakan para pengepul. Harga jual yang naik membuat para penyetor, baik peternak maupun mereka yang mencari langsung di laut.
"Kalau harganya naik, saya juga beli dengan harga tinggi dari penyetor," pungkasnya.
(fat/fat)











































