Pasalnya, malam sebelumnya dua orang tak dikenal yang membawa mobil terlihat mondar-mandir di sekitar Rudenim.
"Ada orang-orang yang mengatur mereka kabur," duga Kepala Kanwil Kemenkum HAM, Mashudi kepada wartawan di Rudenim, Rabu (18/1/2012).
Dua orang mencurigakan yang tersebut mengendarai mobil Daihatsu Xenia bernopol L 1876 PV. Keduanya diamankan para petugas malam itu juga dan langsung diserahkan ke polisi.
"Sudah ditangkap petugas dan diserahkan ke polisi. Diduga mereka ini sponsor. Tolong Anda tanyakan ke Polsek Bangil," imbuh Mashudi.
Mashudi menjelaskan selama ditampung 30 imigran gelap yang kabur memang terus menunjukan perlawanan kepada petugas. Mereka selalu protes agar segera didatangkankan petugas dari UNHCR (organisasi dunia yang menangani pengungsian).
"Sehari-harinya mereka ini tidak pernah puas dengan pelayanan petugas," tandasnya.
Ke 30 imigran gelap asal Timur Tengah kabur dengan cara menggali terowongan di dekat gereja yang berada di dalam kompleks Rudenim. Mereka menggali tanah sedalam 1,5 meter hingga tembus tembok luar. 11 imigran gelap sudah berhasil ditangkap, sementara sisanya masih belum tertangkap.
"18 Orang warga Afganistan, 1 orang Pakistan," tandas Mashudi.
(gik/fat)











































