Menurut Aris, kejadian itu bermula saat ia terjaga dari tidurnya, Minggu (15/1/2012) malam. Dia tidak mendapat istri yang malam itu tidur bersamanya.
Setelah dicari di dalam rumah tidak ditemukan, selanjutnya pria kurus ini keluar rumah. Dari arah wc umum yang tak jauh dari rumahnya, ia melihat cahaya temaram.
Saat didekati, Aris mendengar desahan wanita yang diyakini suara istrinya. Karena sakit hati ia mengambil parang di rumahnya dan bergegas kembali ke lokasi lagi.
"Saya sengaja menunggu sampai mereka puas," kata Aris, kepada wartawan di Polsek Kalipuro, Senin (16/1/2012).
Beberapa lama kemudian, AH, istrinya keluar seorang diri dari wc dengan memegang lampu senter. Aris mencoba untuk bertanya apa yang diperbuat istrinya di dalam wc.
"Katanya dia habis buang air besar," lanjutnya.
Seusai mendapat jawaban dari istrinya, Aris merampas lampu senter dan melangkah menuju wc. Di dalam ia menjumpai korban duduk di pojok wc. Tanpa basa basi, parang diayunkan ke tubuh korban.
Bacokan itu mengenai pinggul korban dan menimbulkan luka kecil. Tak puas, pelaku kembali membacoknya. Crass..Sabetan parang kali ini tepat mengenai leher korban.
Meski terluka, korban berhasil kabur. Namun pelaku yang kalap terus memburunya. Korban nyaris dibacok lagi saat tubuhnya ambruk didepan pintu rumahnya. Namun hal itu gagal dilakukan.
"Saya langsung mengejarnya, tapi tidak berhasil menangkapnya," jelas Murahman (57), Bapak korban ditemui wartawan secara terpisah saat menunggui mayat korban RSUD Blambangan, Banyuwangi.
Aris berhasil diamankan di salah satu rumah keluarganya di Dusun Plampang Desa Bulusari Kecamatan Kalipuro, pagi tadi. Polisi menduga kasus pembunuhan itu dilatarbelakangi sakit hati.
Pasalnya, beberapa bulan terakhir korban diduga sering menggoda istri pelaku. Bahkan yang terakhir korban kerpergok menyetubuhi istri pelaku di sebuah wc.
"Tersangka memergoki korban berbuat mesum bersama istrinya di dalam sebuah wc dekat rumahnya," ungkap Kapolres Banyuwangi, AKBP Nanang Masbudi.
Sementara itu, keluarga korban menangis histeris saat berada di RSUD Blambangan. Mereka tidak menyangka bila anggota keluarganya tewas dibunuh. Selama ini, keluarga tidak tahu bila ada permasalahan antara korban dan pelaku.
(fat/fat)










































