Tawuran terjadi pad penonton tribun sektor barat-utara, perang batu antara Persik mania dan Slemania terjadi karena mereka saling ejek. Sementara Persik mania yang tidak puas dengan hasil imbang terlibat lempar batu.
Polisi dan korlap suporter harus turun diantara kedua kubu penonton untuk memisahkan mereka. Bahkan akibat perang batu, sejumlah penonton mengalami luka.
Untuk menghindari keributan lebih, polisi akhirnya menjauhkan antara Slemania dengan Persik mania. Polisi pun menurunkan K9 untuk menghalau Persik mania keluar dari stadion.
Kapolresta Kediri, AKBP RAtno Kuncoro turun langsung memimpin pengamanan, mengaku terjadi kekurangan dalam hal koordinasi pengamanan antara panpel dengan kepolisian, sehingga terjadi keributan tersebut. Bahkan pihak kepolisian juga menemukan botol-botol minuman keras di tribun stadion.
"Seharusnya panpel teliti saat penonton masuk, sehingga minuman keras bisa disita saat dipintu masuk," ungkap RAtno Kuncoro kepada detiksurabaya.com, Jumat (13/1/2012).
Sementara itu, pertandingan berkahir dengan skor imbang 2-2. Dengan demikian Persik belum bisa memetik kemenangan di laga awal di kandang dalam Divisi Utama Liga Prima Indonesia Super.
(fat/fat)











































