WEW ditangkap di kampung halamannya, Dusun Raja Imo Desa Morombo Kecamatan/Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Penangkapan itu dilakukan dengan bantuan polisi setempat, Selasa (10/1/2012).
Penangkapan dilakukan karena hasil penyelidikan mengarah ke pelaku. Pasalnya, sebelum Bayu ditemukan tewas di kamar rumahnya, WEW diketahui menginap di rumah korban.
"Dari pengembangan olah TKP, bahwasannya pelaku menjurus pada orang yang terakhir kali bersama korban," jelas Kapolres Banyuwangi, AKBP Nanang Masbudi, saat jumpa pers di Polsek Rogojampi, Jumat (13/1/2012).
Pelaku tega menghabisi korban karena merasa sakit hati. WEW mengaku malam sebelum kejadian, dia sempat pesta minuman keras bersama korban dan dua orang lainnya.
Saat itu, sempat terlontar ucapan korban yang menyinggung perasaan pelaku. Korban mengungkit masalah pelaku dengan orangtuanya. Menurut WEW, ucapan korban membuatnya sakit hati.
"Saya sakit hati. Dia mengatakan saya kurang ajar sama ibu saya," kata WEW, saat diwawancari sejumlah wartawan.
Dari situlah, akhirnya timbul niat jahatnya untuk membalas ucapan korban. Namun hal itu dilakukan menunggu dua orang teman lainnya pulang. Menjelang subuh, niat itupun dilaksanakannya.
Korban dihantam dengan cobek batu yang kemungkinan diambil dari dapur, tepat mengenai kepala korban. Untuk memastikan tewas, wajah korban dibekap dengan bantal.
Selanjutnya pelaku malarikan diri dengan membawa sepeda motor korban serta sebuah Laptop dan HP. WEW langsung pulang menuju ke Wonosobo, Jawa Tengah.
"Sepeda motor dan barang lainnya dijual WEW kepada seorang penadah di Wonosobo," tambah Kapolres.
Sementara orang tua korban tak menyangka bila WEW sebagai pelaku di balik tewasnya korban. Karena selama ini WEW dianggap seperti anggota keluarga sendiri. Antara korban dan pelaku terbilang akrab sedari kecil.
"Bahkan dia dan anak saya bareng-bareng mengelola warnet yang saya modali di Bali. Makan dan segalanya saya cukupi," jelas Witono, Bapak tiri korban, pada wartawan, dirumahnya.
Witono berharap, WEW diganjar setimpal sesuai dengan perbuatannya menghilangkan nyawa anaknya. Dia menyerahkan sepenuhnya proses hukum pada pihak berwajib.
Sebelumnya, Bayu Permadi ditemukan tewas di kamar rumahnya, Senin (9/1/2012) malam. Remaja tanggung tersebut tewas berlumuran darah dikamar rumahnya dalam kondisi mulai bengkak.
Dari olah TKP yang dilakukan, polisi melakukan pengembangan. Kasus ini terungkap dari keterangan sejumlah saksi yang disimpulkan WEW patud diduga sebagai aksi penghilangan paksa nyawa korban.
Sebelumnya muncul dugaan bila Bayu Permadi adalah korban pembunuhan bermotif perampokan. Sejumlah barang-barang berharga milik korban raib dari lokasi kejadian.
(fat/fat)











































