Sulung Beberkan Kronologi Dirinya Dihajar Aparat Pengamanan SBY

Sulung Beberkan Kronologi Dirinya Dihajar Aparat Pengamanan SBY

- detikNews
Kamis, 12 Jan 2012 12:52 WIB
Sulung Beberkan Kronologi Dirinya Dihajar Aparat Pengamanan SBY
Malang - Sulung Dwi Sukmawan (25) masih tergolek di RS Saiful Anwar (RSAA), Malang. Pemuda tersebut mengaku dihajar aparat keamanan yang berjaga saat Presiden SBY kunjungan ke Malang.

Kepada detiksurabaya.com yang menengok di rumah sakit, Sulung mengaku pada Rabu (11/1/2012) malam, dirinya berniat mengambil gaji dari hasil kerjanya di Jakarta selama dua pekan. Upah itu harus diambil di rumah pemilik usaha meubel di kawasan Mergan, Kota Malang.

Warga Jalan Jodipan Wetan Gang I, Nomor 47, RT16/RW07, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, ini menceritakan sekitar pukul 19.00 Wib, dirinya melintas di Jalan Tanimbar depan Pangkalan TNI AL Malang dengan mengendarai motor Suzuki Satria.

Dia dan kawannya pun melaju mulus tanpa hadangan petugas yang mengamankan lokasi Presiden SBY bermalam itu. "Saya berangkat lewat situ tak ada masalah," cerita Sulung ditemui di Ruang 17 Rumah Sakit dr Saiful Anwar, Kamis (12/1/2012).

Baru sekitar pukul 20.00 Wib, Sulung dan rekannya kembali melintas di jalan tersebut, sepulang mengambil gaji. "Saya pulang ambil gaji lewat jalan itu lagi untuk kembali pulang. Pertama seorang polisi diam saja, di depan sejumlah petugas langsung memukul saya hingga terjatuh dan pingsan," tutur Sulung.

Karyawan perusahaan meubeler ini pun pingsan dan baru siuman sekitar Pk 22.00 Wib di rumah sakit. "Saya pingsan, tidak tahu diapakan saja oleh petugas," ujar dia.

Sulung mengalami luka serius di bagian rahang dan gigi depan, pergelengan tangan kirinya juga patah yang diduga akibat terjatuh dari motor. Sejumlah luka lecet juga dialami di bagian tangan kirinya.

Sulung mengaku, dirinya melaju tak begitu kencang, namun mengapa petugas langsung memukul dirinya tepat di depan Pangkalan TNI AL Malang.

"Saya tak begitu kencang mengendarai motor. Tapi langsung dipukul," beber Sulung.

Penyesalan Sulung semakin bertambah setelah mengetahui dompet berisi uang dan surat berharga raib tanpa diketahui keberadaannya. "Gaji saya Rp 300 ribu bersama dompet ikut hilang," aku Sulung.

Padahal, kata dia, uang tersebut akan dimanfaatkan bagi kebutuhan hidup keluarganya. Maklum Sulung merupakan putra tunggal dari pasangan Sudiro (46) dan Warsiti (39).

"Uangnya mau tak kasihkan orang tua. Karena saya kerja juga untuk mereka," ucap Sulung.

(gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini