Sedianya bupati Anas akan menuju ke Pelabuhan Brak Kalimoro, Muncar, untuk meresmikan pasar ikan tradisional yang baru direhab. Sebelumnya, Anas juga meninjau beberapa proyek pengairan di Desa Blambangan, Muncar.
Namun saat melintas di lokasi, iring-iringan mobil bupati terpaksa berhenti. Pasalnya, warga yang berkerumun sejak pagi sedang menanami jalan rusak dengan pohon pisang.
Warga meminta Bupati Anas untuk melihat kondisi jalan yang hendak dilewatinya. Aksi ini puncak kekesalan warga, karena kerusakan jalan Brawijaya yang parah tak kunjung diperbaiki.
"Tolong jalan ini diperbaiki, menunggu apalagi," protes warga pada Anas.
Dengan santai Anas meladeni pertanyaaan warga. Bupati termuda di Indonesia ini menjelaskan, jalan Brawijaya bukan pengelolaan pemkab. Melainkan ditangani oleh pemerintah provinsi.
"Saya sudah kirim surat resmi agar jalan ini menjadi prioritas, karena akses minapolitan" jelas Anas pada warga.
Namun penjelasan itu tak membuat warga puas. Apalagi, bupati terlihat terburu-buru masuk mobil seusai memberikan penjelasan singkat. Dengan kesal akhirnya warga menuding pemerintah tidak serius melayani warganya.
"Kami tidak butuh janji, tapi perlu bukti," kritik seorang warga.
Ternyata kritik pedas itu membuat bupati Anas 'naik pitam'. Anas yang sudah melangkah menuju mobil dinasnya berbalik arah sembari mengulangi penjelasannya. Adu argumen antara bupati dan warga sempat terjadi beberapa saat.
Debat itu berhenti setelah petugas pemkab berseragam safari menarik paksa warga yang dianggap kritis. Bahkan menjauhkannya dari lokasi. Mendapati kritikan bertubi-tubi, bupati terlihat hanya tersenyum kecut.
Bahasa tubuhnya seolah menunjukan dia sangat kesal dengan kritikan warganya. Dengan senyum kecut orang nomor satu di Banyuwangi, ini akhirnya kembali ke dalam mobil dan meninggalkan lokasi.
Enam bulan terakhir, jalan Brawijaya, Muncar, mengalami kerusakan. Kerusakan paling parah tepat di depan PKU Muhammadiyah, Muncar. Aspal yang terkelupas sepanjang 50 meter lebih, dan menimbulkan kubangan besar.
Kesal tak kunjung diperbaiki, warga setempat menanami jalan itu dengan pohon pisang. Selain itu warga memberi papan rambu-rambu agar pengendara yang melintas berhati-hati.
(bdh/bdh)










































