Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.15 WIB. Saat kejadian, wilayah Pacitan sedang diguyur hujan deras. Tanpa pertanda apapun, serta merta terdengar suara gemuruh dari arah bangunan. Pegawai kelurahan yang sedang bekerja pun menduga suara tersebut berasal dari jalan raya.
"Tadinya saya kira ada kendaraan yang mengalami kecelakaan di jalan raya. Gemuruhnya keras dan lama," tutur Cahyono, Lurah Baleharjo ditemui detiksurabaya.com di lokasi.
Penasaran, lanjut Cahyono, dirinya bersama sejumlah staf kelurahan langsung keluar ruangan. Mereka pun terperanjat saat menyaksikan aula pertemuan yang biasa digunakan untuk rapat bagian atapnya runtuh. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke SKPD terkait.
Cahyono memperkirakan, robohnya bangunan disebabkan usia yang sudah terlalu tua. Akibatnya, kerangka bangunan berupa kayu banyak yang lapuk dan tidak mampu menopang beban. Demikian pula dengan kwalitas tembok yang sudah mulai retak pada beberapa bagian.
"Kalau tidak salah, gedung ini dibangun tahun 1955. Memang sempat ada rehab pada tahun 1983 tapi di bagian utamanya," tandasnya.
Pantauan detiksurabaya.com, hingga saat ini sisa reruntuhan bangunan masih berserakah di lantai gedung. Hanya ada seorang staf kelurahan yang tampak membersihkan sisa material. Sementara petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah mendatangi lokasi untuk memeriksa tingkat kerusakan.
(bdh/bdh)











































