"Memang kabur tiga. Tapi sudah tertangkap satu. Untuk menangkap kembali kita sudah berkoordinasi dengan kepolisian," kata Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jatim, Mashudi, saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (8/1/2012).
Mashudi menjelaskan, sebelum melompati tembok Rudenim, para imigran gelap ini menjebol tembok kamar. "Jadi mereka menjebol tembok kamar terlebih dulu, lalu kabur melompati tembok dengan menggunakan kain sarung dan sprei," jelasnya.
Selain itu, Mashudi juga menegaskan jika para imigran gelap yang diinapkan di Rudenim bukanlah tahanan imigrasi. Melainkan orang asing yang ditangkap oleh petugas imigrasi karena tidak memliki dokumen lengkap dan menunggu proses keimigrasiannya dari UNHCR.
"Jangan berpikir rudenim seperti rumah tahanan, mereka adalah orang kampung yang sedang dalam menunggu proses keimigrasiannya dari UNHCR. Mereka bukan ditahan karena ada surat penahanan oleh kantor imigrasi," tegasnya.
Mashudi juga optimis jika seorang imigran yang kabur akan segera ditangkap kembali. "Mereka pasti tertangkap. Apalagi kalau mau ke luar negeri pasti akan tertangkap dan kini sedang dalam pengejaran," pungkasnya.
Sebelumnya, 4 orang imigran gelap berhasil kabur dari Rudenim Surabaya di Pasuruan pada Sabtu inihari (7/1) dini hari. Mereka kabur setelah menjebol tembok kamar dan melompati tembok setinggi 7 meter, dengan menggunakan kain sprei dan sarung.
(bdh/bdh)











































