Salah satu anggota Polres Madiun Kota yang enggan disebut namanya mengatakan sejak pagi tadi lebih dari 10 orang berniat mengurus SIM harus pulang dengan tangan hampa.
"Dari saya jaga jam tujuhan tadi sudah lebih dari sepuluh orang yang kesini mau mengurus SIM dan tidak tahu kalau ruangannya terbakar," kata anggota berpangkat brigadir dua kepada detiksurabaya.com saat di lokasi, Jumat (6/1/2012).
Wakil Kepala Polres Madiun Kota, Kompol Sahat M Hasibuan, mengatakan, kebakaran tersebut telah merusak seluruh peralatan dan berkas pembuatan SIM.
"Untuk sementara kami masih belum bisa melayani permintaan SIM baik pembuatan baru maupun perpanjangan SIM," ujarnya.
Namun, kata Hasibuan, terkait pelayanan SIM pihaknya sudah meminta bantuan ke Polda Jatim. Dan sudah dikirim 1 unit mobil pelayanan SIM. Namun meski sudah mendapat bantuan, pihaknya hanya bisa melayani perpanjangan.
"Bantuan berupa mobil sudah dikirimkan. Namun untuk sementara kami baru bisa melayani perpanjangan. Karena untuk pembuatan baru harus melalui serangkaian tes dan peralatan dan tempat tesnya juga belum ada setelah terbakar tadi," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kantor pelayanan SIM Polres Madiun Kota di Jalan Pahlawan No 28 Kota Madiun terbakar, sekitar pukul 02.00 WIB tadi. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa namun kerugian mencapai jutaan rupiah. Karena seluruh peralatan pembuatan SIM rusak terbakar.
(fat/fat)










































