Tidak heran, jika jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Situbondo pun tergolong tinggi. Hingga akhir tahun 2011, RTLH di Situbondo masih mencapai 68 ribuan unit.
Hal itu disampaikan Bupati Situbondo Dadang Wigiarto saat audiensi dengan wartawan di Sekretariat Forum Silaturahmi Jurnalis Harian Situbondo, Kamis (5/1/2012).
Lebih jauh, mantan pengacara itu menyebut kantong kemiskinan dan kebanyakan RTLH terdapat di daerah terpencil Situbondo. Yang ironis, kemampuan anggaran baik dari kabupaten, provinsi, maupun dari pusat, itu hanya bisa membangun 1.500 unit rumah per tahun.
"Harus menunggu sampai kapan kalau mau menyelesaikan 68 ribu unit RTLH, jika tiap tahunnya hanya 1.500 yang dibangun," kata Dadang Wigiarto.
Karena itu, ke depan Pemkab Situbondo akan lebih fokus pada upaya menumbuhkan ekonomi produktif. Termasuk dengan memfasilitasi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain itu, pemkab Situbondo juga akan mendorong para pengusaha agar menanamkan modalnya di Situbondo. Salah satu caranya dengan menciptakan iklim investasi yang baik.
"Di sini peran masyarakat dibutuhkan, termasuk dengan menciptakan suasana aman," bebernya.
(bdh/bdh)











































