Tanpa dikomando, warga mengkumandangkan bacaan tahlil saat ambulance datang. Bacaan tahlil semakin kencang terdengar saat peti mati dikeluarkan dari ambulance.
Suasana duka semakin terasa saat jenazah memasuki halaman rumah. Sejumlah keluarga dekat korban terlihat tak kuasa menahan air mata. Bahkan Sumiyatun (60), ibu kandung korban menangis histeris di hadapan peti mati.
"Nak, semoga Allah mengampunimu," kata Sumiyatun sembari menangis pilu.
Sejumlah tetangga korban juga terlihat ikut sedih dan menangis. Terlebih saat melihat Winda (18), istri korban, yang sedang hamil 9 bulan menangis pilu sembari memeluk peti mati suaminya.
Sudaud tewas menjelang kelahiran anak pertamanya. Siang ini jenazah korban akan dimakamkan di pemakaman umum setempat. Sembari menunggu liang lahat selesai, jenazah korban disalatkan dan dibacakan ayat suci Al-quran.
Pihak keluarga korban meminta polisi mengungkap dan menangkap pelaku penembakan di malam tahun baru 2012 tersebut. Hal itu perlu dilakukan sebagai bukti bila di negeri ini masih ada hukum.
"Tidak hanya untuk adik saya, tapi untuk bangsa Indonesia ini. Pemerintah harus bisa melindungi rakyat kecil," pinta Samin, Kakak sulung Sudaud, penuh emosi, pada detiksurabaya.com, di lokasi.
Sudaud bekerja di Aceh sebulan yang lalu sebagai penggali lubang tempat kabel optik PT Telkomsel. Di sana ada sekitar 64 pekerja yang tinggal dalam satu rumah kontrakan. 14 Orang dari Banyuwangi dan sisanya berasal dari Jember.
Korban berangkat ke Aceh bersama Yaiman (29), kakak kandungnya dan Antok (29), adik iparnya. Dimalam kejadian, ada tiga korban tewas termasuk Sudaud. Dua orang lagi yaitu Sunyoto dan Suparno, warga Jember.
"Dari Banyuwangi ada 14 orang, dan sisanya Jember," kata Erik, kepala buruh proyek penggalian lubang kabel optik, yang mendampingi pemulangan jenazah korban.
Semua korban dipastikan akan mendapatkan santunan dari pihak perusahaan. Termasuk biaya pengobatan korban luka dan pemulangan jenazah hingga sampai rumah duka.
"Semua ditanggung perusahaan," tambah Erik, sembari pamit untuk pulang ke Aceh.
(fat/fat)










































