Hingga Selasa (3/1/2012) siang, belasan warga sempat tersengat lebah-lebah tersebut. Korbannya mulai dari orang dewasa hingga anak-anak.
"Kalau sampai sekarang ini sudah ada belasan orang yang kena sengat. Saya, istri, dan anak saya juga tersengat. Pokoknya lebah itu sangat meresahkan. Warga minta agar lebah itu dipindahkan," kata Suyit, warga setempat kepada detiksurabaya.com.
Pantauan detiksurabaya.com, lebah yang meneror warga itu bukan lebah liar. Tapi sengaja ditangkar untuk diambil sari madunya. Terdapat sekitar 400 kotak papan yang dijadikan tempat penangkaran lebah tersebut.
Penangkaran lebah beberapa hari lalu dipindah pemiliknya dari Paiton, Probolinggo ke Desa Plalangan, Sumbermalang. Di tempat barunya, penangkaran lebah menempati tanah tegalan milik warga setempat.
Yang disayangkan warga, tempat penangkaran lebah di Sumbermalang berada di tepi jalan desa yang berdekatan dengan pemukiman warga.
"Pindahnya ke sini itu malam hari dan tanpa sepengetahuan warga. Awalnya saya mengira tanah ini disewakan. Setelah saya hubungi pemiliknya, ternyata tidak," timpal Samsul Hadi, warga lainnya.
Karena menempati lokasi baru itu, gerombolan lebah jadi sering berkeliaran. Termasuk ke jalan desa dan permukiman warga. Tidak heran jika banyak warga dan pengguna jalan yang tersengat.
"Kalau malam itu banyak lebah yang masuk ke rumah. Tamu saya juga ikut tersengat saat menginjak lebah yang ada di lantai," sambung Samsul Hadi.
(fat/fat)











































