Menurut Hari, semenit setelah ditangkap, ular phyton berdiameter 10 cm itu memuntahkan seekor kucing. "Anehnya, kucing yang telah mati itu badannya utuh. Cuma bulunya saja yang terkelupas disedot ular," kata Hari, saat ditemui di rumahnya, Selasa (3/1/2012).
Hari dan Azis yang membuka warung kopi di bantaran Sungai Gurem, merasa curiga saat melihat rimbunan akar bambu di dekat warungnya. Mata Hari menangkap ada yang bergerak di sela akar bambu.
"Setelah memastikan jika yang bergerak itu adalah ular phyton, maka saya mengajak Azis untuk menangkap ular tersebut. Alhamdulillah, ular itu berhasil kami tangkap tanpa kesulitan berarti," ujar Hari.
Hari yang dikenal warga sekitar sebagai penangkap biawak itu, akhirnya membawa ular phyton ke warung kopinya. Bersama Azis, Hari kemudian mengukur panjang ular diatas ubin berukuran 30 cm x 30 cm.
"Setelah saya ukur, ternyata panjang ular lebih dari 12 ubin atau setara 3 meter lebih sedikit," sambung Hari yang kemudian memasukkan ular phyton itu ke dalam karung bekas beras.
Hari akan menjual ular hasil tangkapannya itu jika ada yang berani membayar Rp 500 ribu. "Seorang polisi telah menawarnya Rp 300 ribu tapi saya tolak," tutup Hari.
(fat/fat)










































