Setelah menyudahi aksinya, pria asal Surabaya ini langsung dilarikan ke Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Malang guna mendapatkan perawatan. Kunto memulai aksi spektakulernya sejak Selasa (27/12/2011) pukul 20.00 di halaman Balai Kota Malang.
Ambisi Kunto akhirnya terwujud untuk membuktikan orang Indonesia mampu menggebuk drum selama 121 jam. Rekor dunia sendiri dipegang warga Amerika Serikat selama 120 jam.
"Akhirnya Kunto bisa menyelesaikan impiannya," ujar Project Direktor Ishak kepada wartawan di RSSA Malang Jaksa Agung Suprapto, Minggu siang.
Ia mengaku, Kunto sebenarnya akan memperkuat rekor yang telah dilaluinya dengan memperpanjang waktu. Namun setengah jam berjalan Kunto diserang kelelahan berat. Pekan depan pihaknya akan mengirim hasil rekaman aksi Kunto kepada pengelola rekor dunia.
"Minggu depan video rekaman kami kirimkan," akunya seraya menyakinkan.
Sementara tim medis RSSA Malang memastikan Kunto dalam kondisi baik, hanya saat ini rasa kantuk berat kini menyerangnya.
"Dia (Kunto,red) sedang istirahat karena rasa kantuk. Hasil observasi sementara kondisinya masih baik," ujar Singgih Wahono, SpPD tim medis yang menangani Kunto secara terpisah.
Singgih menambahkan, pemantauan kondisi Kunto secara mendalam akan dilakukan setelah pasien menyelesaikan tidur nyenyaknya.
"Pastinya penelitian mendalam kondisi tubuh pasien akan kami lakukan," imbuh dokter spesialis dalam ini.
Sedangkan Feri Rudiana, istri Kunto berharap suaminya tak lagi melakukan tantangan yang telah dilakoni untuk kedua kalinya. "Cukup ini saja mas, jangan diulang lagi karena semua sudah terpenuhi," kata Feri saat ditanya komentar aksi Kunto.
Dari pantauan detiksurabaya.com, Kunto benar-benar terlelap tidur di ruang paviliun wijaya kamar 4204 didampingi keluarga serta kru pendukung aksinya di atas panggung.
(fat/fat)











































