Bahkan, Zeiniye langsung turun dari mobilnya dan mengumpat pengunjuk rasa, yang saat itu berkerumun di depan Gerbang DPRD Situbondo.
"Dasar tidak sopan. Pakai aturan dong kalau mau demo," sergah Zeiniye sembari menarik lengan baju Korlap aksi HMI Situbondo, Zainur Rosid.
Politisi FPPP itu geram setelah bagian belakang mobilnya dipukul poster oleh Zainur Rosid. Itu terjadi saat mobil Zeiniye melintasi para pengunjuk rasa di depan gerbang kantor DPRD Situbondo.
Beruntung, sebelum situasi bertambah panas, petugas kepolisian segera membawa Zeiniye ke balik pagar pintu gerbang. Berikut didampingi sejumlah anggota dewan yang lain, Zainiye mengajak massa untuk berdialog.
"Ayo kita dialog. Silahkan, mau di dalam gedung atau kita duduk lesehan di depan pintu gerbang ini," tantang Zeiniye dari balik pagar.
Mendengar ajakan tersebut, para aktifis HMI tidak peduli. Mereka terus berorasi dan melakukan aksi teatrikal, yang intinya menyindir molornya pengesahan APBD karena adanya tarik ulur kepentingan antara eksekutif dan legislatif.
"Kami tidak butuh janji, tapi bukti. Lambannya pengesahan APBD ini jelas akibat adanya kepentingan pribadi dan golongan. Akhirnya, rakyat yang jadi korban," tukas Zainur Rosid.
Sebelum ngelurug kantor DPRD, massa HMI mengawali aksinya dengan long march. Sasarannya, kantor pemkab dan kantor DPRD Situbondo. Di sepanjang jalan massa HMI terus berorasi sambil sesekali menggelar aksi teatrikal.
"Sebagai bentuk pertanggungjawaban mestinya mereka mau diajak dialog. Jangan hanya teriak-teriak di jalan," sesal Zeiniye.
(fat/fat)










































