Hal itu disebabkan adanya peningkatan energi tremor, intensitas gempa vulkanik dalam maupun vulkanik dangkal yang semakin meningkat sejak Rabu (28/12/2011) malam.
"Gempa tremor terjadi sebanyak sekitar 125 kali," kata Hendra Gunawan, Kepala Sub-Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat PVMBG.
Padahal, sebelumnya hanya berkisar 40 - 50 kali dalam sehari. Bahkan, Kamis (29/12/2011) sore, dari data yang tercatat di Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen di Taman Sari, Banyuwangi, gempa tremor terjadi hingga 30 menit terus menerus.
Tinggi permukaan air danau kawah yang sejak Minggu (18/12/2011) telah ditingkatkan statusnya menjadi siaga itu sebelumnya sekitar 23 meter dari dam atau tangkis danau.
"Sekarang hanya tinggal tiga meteran saja," ungkap Hendra kepada detiksurabaya.com, Kamis (29/12/2011) malam.
Meningkatnya tinggi permukaan air danau kawah itu tentu saja mengancam keselamatan warga, terutama yang berada sepanjang aliran sungai Kalipahit.
Sebab, jika danau kawah yang luasnya mecapai 50 hektar itu meluap, maka setidaknya ada tiga dusun di Kecamatan Sempol yang bakal terimbas limpasan air danau kawah. Yakni, dusun Margahayu, Kebun Jeruk, dan Blawan.
Untuk itu, pungkas Hendra Gunawan, warga yang berada di sepanjang bantaran sungai Kalipahit diminta agar segera menjauhi bantaran kali setidaknya hingga radius 100 meter.
(gik/gik)











































