JIAD Desak Kapolres Sampang dan Kapolda Jatim Dicopot

Pembakaran Pondok di Sampang

JIAD Desak Kapolres Sampang dan Kapolda Jatim Dicopot

- detikNews
Kamis, 29 Des 2011 17:33 WIB
JIAD Desak Kapolres Sampang dan Kapolda Jatim Dicopot
Jombang - Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Jawa Timur menyatakan sikapnya terkait aksi pembakaran yang dilakukan warga di Sampang, Madura. Jika tidak ada tindakan terhadap pelaku, JIAD mendesak Kapolres Sampang dan Kapolda Jatim dicopot.

"Polisi lamban menangani, sebaiknya Kapolres Sampang, AKBP Solehan dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Hadiatmoko dicopot," kata Aan Ansori, Presidium JIAD Jatim dalam siaran pers yang diterima detiksurabaya.com, Kamis (29/12/2011).

Selain itu, JIAD juga menyerukan 3 poin dalam insiden ini. Pertama, mengutuk aksi intoleransi tersebut, karena prilaku itu dianggap sangat berlawanan dengan ajaran Islam yang mengedepankan kedamaian.

Kedua, JIAD mengecam ketidakmampuan aparat dalam melindungi kelompok Syiah dan bahkan cenderung melakukan pembiaran terjadi berbagai aksi kekerasan pada mereka. Kapolda dan Kapolres setempat harus dicopot karena terbukti sudah tidak mampu menjaga kondusifitas Jawa Timur.

Ketiga, meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk segera melakukan investigasi atas dugaan pelanggaran HAM dalam peristiwa tersebut.

"Inti dari ke-3 poin di atas adalah ketidak mampuan aparat untuk melindungi kaum minoritas. Selayaknya, Kapolda Jatim dan Kapolres Sampang dicopot. Sebab, jika tak segera diusut dengan secepatnya, dikhawatirkan konflik akan meluas," katanya.

Sebelumnya, sebuah pesantren di Dusun Nangkrenang Desa Karang Gayam Kecamatan Karang Penang, Sampang, Madura, dibakar. Pembakaran ini diduga karena pesantren milik tokoh Islam Syiah, Ustadz Tajul Muluk memaksakan faham syiah ke lingkungan sekitar.

Ratusan warga sekitar memaksa masuk lokasi dengan membakar mushola dan rumah tanpa ampun. Selain membakar, warga membawa senjata tajam untuk merusak rumah dan mengusir penghuni rumah agar tidak lagi menyebarkan aliran Islam yang sudah diyakini warga.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini