Dua TKW yang diberangkatkan PT Amri Margatama itu yakni Khoiriyah (25) dan Junaisa Marisin (29). Masing-masing tidak pernah pulang selama 10 tahun dan 6 tahun. Jangankan berkirim uang, berkirim kabar pun tidak pernah.
"Sudah 10 tahun anak saya tidak pulang, tidak kasih kabar," kata Suna (45), ibunda Khoiriyah kepada detiksurabaya.com di rumahnya, Kamis (29/12/2011).
Suna mengaku saat ini yang dia butuhkan hanya kabar dari anaknya yang mengadu nasib di Arab Saudi sejak usia 16 tahun itu. Khoiriyah berangkat pada tahun 2001 untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jeddah.
"Saya hanya ingin dengar suaranya," imbuh Suna dengan nada lirih.
Pun begitu dengan ayah Junaisa, Jumadin (55). Ia kehilangan komunikasi dengan anaknya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Kota Damman sejak tahun 2006.
"Sudah puluhan kali telpon tapi tidak diangkat," kata Jumadin di rumahnya.
Jumadin mengatakan sekian kali menghubungi pernah sekali tersambung. Namun yang mengangkatnya bukan anaknya, melainkan sang majikannya.
"Majikannya bilang dia (Junaisa) tidak ada," imbuhnya.
Kedua keluarga yang sama-sama kehilangan anak tercintanya ini sudah melakukan berbagai upaya demi mendapatkan kabar dari anak mereka. Mereka menghabiskan puluhan juta rupiah untuk dapat memulangkan anak-anaknya.
Uang tersebut habis untuk biaya transportasi pulang pergi ke PT Amri Margatama, Jakarta Utara. "Selain itu, upaya ke orang pintar (dukun) pun kami lakukan dan menghabiskan uang banyak," kata Jumadin.
(gik/gik)











































