Itulah yang dilakukan seniman Pasuruan, Hari Widiyanto, penyanyi yang selalu menyuarakan kritik sosial. Bersama keluarganya, Hari menyanyikan tiga buah lagu bertema keperihatinan kasus Mesuji dan Bima. Hari mengecam segala bentuk kekerasan, terutama aparat kepada warganya.
"Kami mengharap tidak ada lagi kekerasan, apalagi aparat kepada warganya," kata Hari Widiyanto di Gedung DPRD Kota Pasuruan, Selasa (27/12/2011).
Melalui nyanyian, ia mengharap agar pemerintah segera turun tangan mencari solusi agar kejadian seperti Mesuji dan Bima tidak terjadi lagi. "Mesuji dan Bima butuh langkah konkrit," tegasnya.
Rakyat sudah menderita, kata Hari, rakyat bertaruh nyawa demi hidupnya. "Kenapa rakyat selalu jadi tumbalnya," tandas pencipta lagu Nyasaruddin ini.
Dalam aksi tersebut, mereka juga membawa beberapa poster tuntutan, 'Jangan Buat Rakyat Menderita', 'Aksi Keprihatinan Warga Mesuji dan Bima', 'Jangan Ada Lagi Kasus Mesuji dan Bima', 'Apa solusi untuk mengatasi Bentrok Warga dan Aparat'.
Sementara Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ismail menyambut baik aksi tersebut. Pihaknya akan berusaha meneruskan aspirasi tersebut.
"Ini bukti bahwa penyampaian aspirasi tidak meluluh dengan demontrasi. Melalui kesenian, aspirasi bisa disampaikan," katanya.
(bdh/bdh)











































