Dari informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, truk bermuatan pasir milik warga setempat terjebak lahar dingin, sejak Minggu (25/12/2011) sekitar pukul 17.00 WIB kemarin.
Camat Tempursari Mahmud Nazarudin ketika dikonfirmasi detiksurabaya.com mengatakan, bahwa truk pasir itu tidak bisa menghindari lahar dingin yang tiba-tiba datang bersamaan dengan turunnya hujan.
"Sebenarnya ada dua truk yang terjebak. Namun salah satu truk berhasil meloloskan diri," kata Mahmud Nazarudin.
Hingga siang tadi, truk yang sempat terseret lahar dingin dan terjebak material vulkanik belum berhasil dievakuasi. Kendala cuaca dengan curah hujan yang cukup deras menjadi penyebab gagalnya proses evakuasi.
Camat Tempursari ini menambahkan, insiden truk pasir yang terjebak lahar dingin ketika tengah melakukan pemuatan pasir Gunung Semeru ini, bukan kali pertama ini terjadi. Sebab, peristiwa yang sama cukup sering.
"Insiden yang sama kerap terjadi, karena pengemudi truk dan pengusaha pasir setempat kerap mengabaikan tanda-tanda alam bakal terjadinya banjir lahar dingin," paparnya.
Sementara itu, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Rochani menambahkan, Pemkab Lumajang menetapkan enam wilayah kecamatan masuk dalam zona merah bahaya lahar dingin Gunung Semeru menyusul mulai turunnya hujan di sebagian wilayah Kabupaten Lumajang terutama di sekitar Gunung Semeru.
Keenam kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Pronojiwo, Tempursari, Pasirian, Candipuro, Pasrujambe dan Tempeh. Keenam kecamatan itu dilalui tiga alur utama aliran lahar dingin Gunung Semeru. "Yakni DAS Mujur, DAS Kaliglidik dan DAS Kalirejali. Enam kecamatan itu meliputi 26 desa yang rawan bencana lahar dingin Gunung Semeru dengan jumlah warganya mencapai ribuan jiwa," pungkas Rochani.
(bdh/bdh)










































