"Kami targetkan 34 jenazah hari ini berhasil diotopsi," kata Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol dr Didi Agus Mintadi kepada detiksurabaya.com di RS Bhayangkara Polda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Sabtu (24/12/2011).
Penambahan jenazah yang sudah diotopsi itu untuk mendukung pencarian yang dilakukan kerabat korban. Pasalnya hingga siang ini, belasan warga asing sudah mulai mendatangi Sekretariat Disaster Victim Identification (DVI) Regional Tengah di kompleks RS Bhayangkara Polda Jatim.
"Banyak warga asing yang melaporkan kehilangan keluarganya. Tapi dari 26 jenazah yang sudah diotopsi, ciri-cirinya belum ada yang cocok," tuturnya.
Untuk mendukung kelancaran proses otopsi terhadap jenazah diduga imigran gelap asal Timur Tengah korban kapal tenggelam di Prigi, lebih dari 40 orang mempunyai keahlian di bidang forensik hingga antropologi, termasuk bantuan tim medis, antropologi, ordhontologi, patologi dan forensik dari Universitas Indonesia (UI), UGM dan Undip, datang ke RS Bhayangkara.
Tim forensik DVI mendapatkan bantuan 22 tim medis dari UI, UGM, dan Undip , diantaranya merupakan ahli antropologi, patologi forensik, ordontologi.
"Sejak pagi tadi 22 orang tim dari perguruan tinggi sudah mulai membantu kami," jelasnya.
(roi/fat)











































