Ahli Patologi Forensik dan Ordontologi dari UGM, Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Hasanudin (Unhas) diharapkan dapat membantu untuk proses identifikasi 80 jenazah imigran gelap yang saat ini ditempatkan di RS Bhayangkara, Polda Jatim, Surabaya.
Kepala Disaster Victim Identification (DVI) Regional Tengah, Kombes Pol Dr Didi Agus Mintadi mengaku proses identifikasi terkendala dengan minimnya data medis.
Sebab, dari jenazah yang sedang diidentifikasi, baru 17 warga asing mendatangi untuk berusaha mencocokkan identitas dengan keluarganya yang hilang.
"Kami sangat kesulitan. Apalagi sore ini ada tambahan tiga jenazah baru. Sementara laporan kehilangan keluarga hanya ada 17 orang," tutur Dr Didi Agus Mintadi, Jumat (23/12/2011).
Dr Didi juga mengatakan, tim DVI telah membuka posko untuk warga yang ingin melapor kehilangan keluarga. Tim DVI membuka nomor fax 031 8290278 dan melalui email dokkes.jatim@gmail.com.
"Kalau ada 80 jenazah, sedangkan laporan kehilangan orang hanya 17, bagaimana bisa mencocokkan identifikasi," terangnya.
Jumlah 80 jenazah itu setelah datangnya tiga jenazah yang ditemukan dari Lumajang (2) dan Tulungagung (1).
(nrm/gik)










































