Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jatim, Mashudi mengungkapkan jika pergerakan para imigran gelap selama ini diyakni ada yang membantu dan ada yang mensponsori.
"Kita sinyalir pergerakan mereka ada yang mensponsori, ada yang mengatur. Karena jalur perjalanan mereka itu selama ini sangat jelas seperti sudah ada yang memetakan. Semuanya tidak mungkin kalau tidak ada yang bantu, ini kan termasuk penyelundupan manusia," jelasnya saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (23/12/2011).
Namun Mashudi saat ini masih membantah jika ada keterlibatan oknum imigrasi yang membantu para imigran. Namun ia mengaku sangat senang jika nantinya ada oknum imimgrasi yang terlibat. Pasalnya dengan demikian pihaknya akan bisa mendeteksi lebih dini dan pastinya akan menindak tegas oknumnya yang terlibat dan terbukti membantu.
"Tidak ada indikasi kesitu. Tapi apakah nantinya akan terbongkar kalau ada orang imigrasi? Malah bagus itu, dan pastinya akan kita lakukan penindakan. Karena ini kan seperti api dalam sekam," ungkapnya.
Selain itu, Mashudi juga mengaku berencana hari ini akan ke Banyuwangi untuk mengetahui perkembangan pemeriksaan para imigran secara langsung. "Saya sudah panggil semua kepala imigrasi di daerah dan mereka semua mengaku tidak ada yang terlibat. Tapi jika nantinya dalam proses penyidikan yang dilakukan petugas kepolisian ada keterlibatan maka saya akan langsung tindak oknum itu," tegasnya.
Mehdi sempat membuat pengakuan yang sangat mengejutkan saat diwawancarai wartawan di Hotel Sulawesi, Jember, Kamis (22/12/2011) kemarin. Bahkan, sebelum rombongan imigran gelap berangkat ke Tulungagung, dia bersama imigran lainnya sempat tinggal di Jakarta selama 2 minggu, tepatnya di sebuah apartemen di Tomang. Setelah itu, rombongan berangkat ke Surabaya dengan mendapat pengawalan dari polisi dan petugas imigrasi.
"Ada dua mobil kecil di belakang rombongan. Saya yakin mereka polisi dan petugas imigrasi. Tapi saya tidak tahu nama mereka," ujar Mehdi.
(bdh/bdh)











































