"Laporan yang kami terima, sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi, diperkirakan ada 2 jenazah," kata Kepala SAR III Surabaya, Sutrisno, saat dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (23/12/2011).
Namun, Sutrisno belum berani memastikan, apakah 2 mayat yang mengapung di 2 mil dari daratan Alas Purwo, itu korban kapal tenggelam atau bukan. Informasi yang dihimpun mayat ditemukan terdampar di Pantai Pancur dan Pantai Trianggulasi.
"Saya belum bisa memastikan, apakah 2 jenazah itu bisa dievakuasi dari tengah laut atau tidak. Kalau sudah dibawa ke daratan, kami berani memastikan apakah keduanya itu jenazah atau bukan," tuturnya.
Ia menambahkan, untuk mengevakuasi kedua benda di tengah laut yang diduga jenazah itu, timnya mengalami kendala cuaca serta tinggi gelombang.
"Mendung. Tinggi gelombangnya besar sekitar 3-4 meter. Kalau kemarin, jam seperti ini (08.00 WIB) tingginya hanya sekitar 2 meter," ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, membuat perahu atau kapal yang digunakan tim SAR, kesulitan menjangkau ke perairan yang lebih luas.
Sedangkan dua kapal milik TNI AL yang sebelumnya membantu pencarian korban di perairan wilayah Jatim, mulai hari ini bergeser menuju ke perairan di Bali hingga ke timur menuju Mataram.
Sementara itu, data korban kapal tenggelam di perairan Prigi, Trenggalek, sejak tadi malam hingga pagi ini belum ada perubahan jumlah korban tewas maupun selamat.
Hingga pukul 08.00 WIB, dari ratusan penumpang yang diduga imigran gelap asal Timur Tengah seperti Irak, Afghanistan, Iran, Pakistan, 90 orang dinyatakan tewas. 74 korban diantaranya ditemukan di perairan Banyuwangi dan Tulungagung. Sedangkan 16 mayat lainnya ditemukan di perairan Bali.
Sedangkan korban yang ditemukan selamat di perairan Prigi Trenggalek, Sendang Biru Malang dan perairan Pulau Nusa Barong Jember sebanyak 49 orang. Sedangkan bangkai kapal Barokah, ditemukan sekitar 6 mil dari Puger Jember.
(roi/fat)










































